jaringberita.com -Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau perkembangan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) jelang kunjungan PresidenJokowi bersama Presiden China Xi Jinping. Kunjungan Menhub ke lokasi proyek KCJB ini untuk memastikan proses berjalan lancar.
Rencananya, Jokowi dan Jinping bakal melakukan sidak proyek KCJB dengan menaiki kereta inspeksi pada November 2022, sekaligus bertepatan dengan berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
BKS- sapaan Budi Karya Sumadi, meninjau kesiapan proyek kereta cepat di Stasiun KCJB Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kemarin. BKS didampingi Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi.
“Suatu kebanggaan Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kereta cepat,” ujarnya.
Eks Dirut Angkasa Pura ll ini mengatakan, KCJB membentang dari Stasiun Halim-Stasiun Karawang-Stasiun Padalarang hingga Depo Tegalluar.
Hal yang menjadi fokus utama penyelesaian proyek tersebut adalah jalur di Stasiun Padalarang.
Karena, Stasiun Padalarang akan menjadi stasiun perjumpaan antara kereta cepat dengan kereta feeder KCJB yang akan menuju Stasiun Bandung.
“Kami targetkan perjalanan kereta cepat dari Jakarta ke Bandung akan menempuh waktu 52 menit. Dari Jakarta ke Padalarang 30 menit dan dari Padalarang ke Bandung (menggunakan kereta feeder) 22 menit,” jelasnya.
BKS juga menegaskan, nantinya bila sudah beroperasi, kereta cepat akan memberikan banyak manfaat termasuk pembukaan lapangan kerja.
Tak hanya bagi masyarakat Indonesia, menurutnya, kereta cepat bakal membuka kesempatan kerja bagi pekerja China. Sekaligus jadi pintu bagi tenaga kerja lokal untuk mencuri ilmu dari China.
“Saya juga minta ilmuwan kita dilibatkan di sini, sehingga pengetahuan yang baik ini bisa bermanfaat bagi dunia konstruksi Indonesia, dan juga perguruan tinggi,” katanya.