jaringberita.com - Meski mengalami kripto winter yang parah selama tahun 2022, sebanyak 40 persen investor kripto masih ingin belanja pada tahun 2023menurut hasil survei dari Blockchain.com.
Dikutip dari instagram Heloinvestasi, dalam laporan bertajuk “Crypto Confidence: A Survey on Investor Sentiment” yang dilakukan antara 28 November hingga 9 Desember, menjelaskan juga sebanyak 41% responden tetap membeli kripto sepanjang tahun ini, meskipun banyak sentimen negatif yang menyelimuti industri.
Selain itu, hampir 40% responden mengatakan mereka juga akan membahas kripto saat liburan akhir tahun ini. Hal ini menunjukan bahwa industri kripto telah mencapai level kesadaran yang cukup tinggi secara global.
Terlepas dari sentimen investor umum, survei Blockchain.com juga memberikan beberapa wawasan terkait geografis, di mana mencatat Brasil, Nigeria, dan Ghana menjadi negara yang paling bullish terhadap kripto di tahun 2023.
Menurut survei, 50% responden dari Brazil mengatakan telah membeli kripto pada tahun 2022, dengan 50% juga berencana membeli kripto pada tahun depan. Sedangkan, 46% responden dari Nigeria mengatakan ingin membeli kripto tahun depan.
Adapun Ghana menjadi yang terbesar karena 60% respondennya mengatakan ingin membeli kripto pada tahun 2023. Sementara itu, 40% responden Amerika Serikat (AS) berencana untuk membeli kripto di tahun 2023.
Sebaliknya, Jerman dan Italia adalah negara yang paling skeptis terhadap kripto di tahun 2023. Terdapat 31% responden Italia yang mengatakan membeli kripto tahun ini, tetapi hanya 29% yang ingin membelinya tahun depan.
Sementara itu, Jerman dengan 34% respondennya mengaku telah membeli kripto pada tahun 2022 dan hanya 30% yang berencana membeli kripto di tahun 2023.
Sebagai informasi, survei ini dilakukan terhadap lebih dari 40.000 responden dari seluruh dunia yang mengunjungi situs Blockchain.com Explorer. Beberapa negara yang memberi tanggapan terbanyak adalah Nigeria, AS, Inggris, Ghana, dan Jerman.