"Walau demikian untuk mencapai indeks 100 saya pikir dengan realisasi daging dan telur ayam saat ini, nilainya akan lebih dari 100 di bulan Juni," terangnya.
Selain dua NTP tersebut, tutur Gunawan, ada NTP Perikanan yang sejauh ini angkanya masih diatas 100, atau tepatnya di 107,21. Mahalnya harga ikan segar belakangan ini menjadi gambaran membaiknya NTP perikanan.
Hanya saja untuk ikan yang dihasilkan dari budidaya, angkanya masih dibawah 100 atau tepatnya 98.82. Sehingga kalau disimpulkan, daya beli petani di Sumut yang menyediakan kebutuhan pangan pokok untuk masyarakat masih terpuruk.
Berbeda dengan sejumlah petani lainnya, petani untuk tanaman perkebunan rakyat daya belinya masih terjaga. Karena NTP nya masih diatas 100 atau tepatnya di angka 156.73.
"Namun yang perlu diwaspadai terjadi penurunan indeks yang cukup besar dalam sebulan terakhir, penurunannya mencapai 4.37% secara bulanan," imbuhnya.
Menurutnya, penurunan NTP perkebunan ini sangat kuat hubungannya dengan penurunan harga komoditas unggulan Sumut, utamanya kelapa sawit. Penurunan harga sawit yang berlanjut, sangat berpeluang untuk memicu terjadinya penurunan pada NTP petani di masa yang akan datang.
"Saya menilai dari sekian banyak petani, petani perkebunan dan hortikultura yang memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian di wilayah Sumut. Akan tetapi gambaran daya beli petaninya terlihat jauh berbeda antara petani di masing masing sub sektor nya," pungkasnya.