Dikuartal I 2023 Tumbuh Negatif, Mungkinkah Ekonomi Sumut Masuk Dalam Jurang Resesi?


Dikuartal I 2023 Tumbuh Negatif, Mungkinkah Ekonomi Sumut Masuk Dalam Jurang Resesi?
Jrb
Gunawan Benjamin

Dan sayangnya memasuki kuartal kedua tahun ini, sektor tersebut (pertanian) justru terus menunjukan kinerja yang kian memburuk. Dan sektor pertanian sangat berpeluang untuk merealisasikan pertumbuhan negatif di kuartal kedua. Dan pada akhirnya akan mendorong perlambatan ekonomi yang akan terjadi di sumatera utara. Namun, saya mengkuatirkan adanya potensi penurunan kinerja sektor pertanian yang bisa terus berlangsung hingga tutup tahun ini.

Kekuatiran itu muncul seiring dengan terus memburuknya kinerja ekonomi di sejumlah Negara tujuan ekspor Sumut. Sehingga domestic demand atau menggenjot permintaan dalam negeri menjadi katalis yang diharapkan mampu untuk mengurangi dampak penularan resesi ekonomi global terhadap perlambatan ekonomi di Sumatera Utara.

Meski demikian saya berkesimpulan bahwa ekonomi Sumut belum akan masuk dalam jurang resesi di tahun ini. Namun ada beberapa indikasi ekonomi yang harus diwaspadai yakni inflasi secara yoy (4.16%) masih cukup tinggi dan ada ancaman inflasi kedepan, deflasi sudah terjadi selama tiga bulan berturut turut, dan ada perlambatan kinerja ekspor serta pelemahan harga komoditas unggulan Sumut.

Dan dengan ancaman tersebut saya masih mempertahankan bahwa ekonomi Sumut akan mengalami perlambatan dalam rentang 3.2% hingga 4% di tahun 2023 ini.

Penulis
: Jrb
Editor
: Dedi

Tag: