Bahlil Mau Pengusaha Lokal Ikut Digandeng


Bahlil Mau Pengusaha Lokal Ikut Digandeng
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Deputy CEO of HDF Energy Jean-Noel de Charentenay men­jelaskan, HDF merupakan perusahaan pembangkit tenaga lis­trik menggunakan energi hijau, yaitu angin dan matahari. Yang juga didukung oleh teknologi baterai untuk menyimpan energi dari sumber hijau tersebut.

HDF memiliki peran potensial untuk mendukung peningkatan produksi energi hijau. Ada tan­tangan terkait stabilitas suplai energi hijau jika dibandingkan dengan energi fosil.

“Kenapa kami tertarik un­tuk berinvestasi di Indonesia? Karena kami memiliki solusi yang tepat, terkait karakteristik tantangan yang dihadapi Indone­sia, yaitu jumlah populasi yang sangat besar. Kami dapat menja­min stabilitas suplai listrik. Kami merasa memiliki kontribusi di Indonesia,” jelas Noel.

Saat ini, HDF Energy sedang mengupayakan pengembangan proyek Renewable Energy (energi terbarukan) pertama di Indo­nesia dengan target Kawasan Timur Indonesia.

Proyek tersebut direncanakan akan dikembangkan secara ber­tahap, dimulai dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selan­jutnya akan diperluas ke daerah Timur Indonesia lainnya.

HDF Energy merupakan perusahaan pionir teknologi bidang pembangkit listrik hidrogen (Power-to-Power / Renewstable dan Hydrogen-to-Power) dan juga merupakan produsen fuel cell berdaya tinggi (>1 MW).

Teknologi renewable menangkap energi terbarukan (tenaga matahari, angin, atau kombinasi) dan meng­kombinasikan dengan baterai dan teknologi hidrogen, untuk meng­hasilkan listrik bersih 24 jam.

Sementara, dalam pertemuan­nya dengan Senior VP Corporate Affairs & Partnership Eramet, Pierre-Alain Gautier, Bahlil mendorong Eramet segera me­realisasikan rencana investasi membangun proyek smelter untuk bahan baku baterai.


Tag: