jaringberita.com -Dalam lawatannya ke Eropa, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan para petinggi dua perusahaan asal Prancis. Bahlil meminta perusahaan tersebut menggandeng pengusaha lokal/Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.
Dua perusahaan yang disambangi Bahlil, yaitu Produsen Listrik Independen (IPP) asal Prancis, HDF Energy. Dan salah satu perusahan tambang terbesar di Prancis, Eramet.
Dalam pertemuannya dengan Deputy CEO of HDF Energy Jean-Noël de Charentenay, Bahlil memberikan dukungan atas rencana investasi HDF Energy di Indonesia. Ini terkait pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia.
Bahlil berharap, ada pemerataan dalam investasi tersebut dengan menggandeng pelaku usaha lokal atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Pengusahanya juga harus profesional dan memiliki kualitas,” ucap Bahlil dalam keterangannya, kemarin.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu menjelaskan, saat ini dunia sedang mendorong Energi Baru Terbarukan (EBT). Dan Indonesia, memiliki sumber daya yang berlimpah. Seperti angin, air, dan matahari, yang dapat dimaksimalkan dengan menggunakan teknologi canggih.
Dalam proses bisnisnya, HDF menggunakan hidrogen untuk menyimpan kelebihan suplai energi hijau dari angin dan matahari. HDF Energy juga sedang menjalankan rencana 20 proyek dengan total investasi senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
“Kami mengapresiasi rencana kolaborasi HDF dengan pengusaha daerah. Karena hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini,” katanya.