Ayo Bangun! BUMN Jangan Tidur, Segera Transformasi


Ayo Bangun!  BUMN Jangan Tidur,  Segera Transformasi

jaringberita.com -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah segera bangun dari tidurnya dan bertransformasi digital, supaya tidak ketinggalan zaman.

Tak hanya itu, kata Erick, BUMN juga harus melakukan transformasi secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan inovasi. Bukan sekadar transformasi demi memenuhi target project. Meski saat ini sudah banyak BUMN go digital.

Awalnya, Erick merasa gedung-gedung Kantor Pos mirip tempat buangan. Namun, dia meyakini Pos Indonesia punya potensi yang besar. Sehingga bagaimana caranya agar ke depan, Pos Indonesia menjadi platform dan logistic based yang mampu bersinergi dengan semua pihak.

Erick bercerita, ketika BUMN melaporkan untuk melakukan transformasi, hal pertama yang dia tanyakan, yakni berapa investasi yang dibutuhkan dan bagaimana hasilnya nanti.

Dia mengapresiasi keberhasilan dari transformasi yang dilakukan Pos Indonesia. Salah satunya dengan dibangunnya Pos Bloc hingga pengembangannya.

Awalnya, Gedung Kantor Pos Pusat menjadi bangunan tua sebagai aset sejarah berumur 111 tahun, diperbaiki dan memiliki value yang luar biasa saat ini.

Erick kemudian menyinggung potensi ekonomi digital Tanah Air di tahun 2030, yang bisa mencapai Rp 4.500 triliun dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Di kesempatan sama, Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, setelah melakukan transformasi selama dua tahun, satu per satu kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil.

Saat ini, visi pos ke depan berubah dari network company menjadi platform company.

Menurut dia, buntut dari transformasi memang harus meraih keuntungan, performance kinerja membaik, serta penyehatan keuangan. Sebagai gambaran, Faizal merinci, berkat transformasi, profitabilita Pos Indonesia tumbuh menjadi double digit atau di atas 10 persen.

Sedangkan terkait pengembangan Pos Bloc, Faizal membeberkan, tahap II ini menghabiskan investasi sebesar Rp 5 miliar yang diraih dari pendapatan anak usaha dan sebanyak 2.970 titik cabang Pos Indonesia.

Pos Bloc melalui peresmian tahap keduanya melakukan pengembangan kawasan hingga 7 ribu meter persegi. Diciptakan sebagai creative hub dan menggaet 50 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) yang terkurasi tanpa memungut biaya sewa, dengan skema revenue sharing.

Saat ini, seperti dilansir dari laman RM.id, Pos Bloc telah hadir di Jakarta dan Medan. Pada Desember menyusul Pos Bloc di Bandung, Februari di Surabaya, dan Juni di Makassar.


Tag: