Kajian singkat itu, kemudian dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) di Kota Medan dengan mengundang seluruh stakeholder terkait. Seperti Dinas Pendidikan Sumut, Ketua PGRI, Dewan Pendidikan, DPRD Sumut, Kepala Sekolah, Ketua
Yayasan Parade Guru Taput, wartawan dari Taput Bindu Hutagalung dan guru-guru honorer.
“Tidak berapa lama setelah hasil kajian cepat Ombudsman RI itu terbit, Pemprovsu menaikkan gaji guru honorer? SMAN/SMKAN dari Rp 40 ribu/jam menjadi Rp 90 ribu/jam pelajaran, mulai Januari 2018 hingga sekarang,” jelas Martua Situmorang.
Saat ini, lanjut Martua Situmorang, lebih 7.000 guru honorer di tingkat SLTA telah menikmati hasil perjuangan Ombudsman RI Perwakilan Sumut. “Maka, wajarlah Abyadi Siregar dinobatkan menjadi "Bapak Guru Honorer" oleh Yayasan Parade Guru Taput,” jelas Martua Situmorang.
Kini, banyak tokoh-tokoh masyarakat Sumut mengangkat nama Abyadi Siregar ikut bertarung menjadi bakal calon Wakil Gubsu (Bawagubsu) pada Pilgubsu 2024. Salah satu dari tokoh itu adalah Efendy Naibaho yang merupakan mantan anggota DPRD Sumut dari PDIP. Dan ternyata, dukungan kepada Abyadi Siregar terus mengalir.
“Karena itu, kami dari Yayasan Parade Guru Taput mendukung sepenuhnya Abyadi Siregar dicalonkan menjadi Bawagubsu. Ribuan guru honorer yang telah menikmati hasil perjuangannya tidak akan pernah melupakan Abyadi Siregar sebagai Bapak Guru Honorer tersebut,” kata Martua Situmorang dengan optimis.