jaringberita.com -Maklumat Presiden Jokowi terkait Thrifting sepertinya terabaikan di Kota Medan, Sumatera Utara, meski Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sudah menginstruksikan keseluruh jajaran untuk mencari akar masalah serta melakukan pemeriksaan munculnya pakaian bekas impor.
BACA JUGA :Maklumat Presiden Jokowi Ditentang, Thrifting Lewati Petugas Beacukai Belawan
Presiden Jokowi sendiri sudah menyatakan kegeraman dengan maraknya impor pakaian bekas karena akan mengganggu industri tekstil dalam negeri.
Namun fakta di Pelabuhan Belawan tidak demikian. Masuk dalam wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Thirifting terkesan bebas.
Bahkan petugas Beacukai Belawan hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum melihat tumpukan pakaian bekas impor (thrifting) dibawah pengawalan beberapa pria menggunakan HT melintas dihadapan mereka.
Wartawan yang cuba mengambil gambar ketika melihat puluhan bal monza bersama 1200 orang penumpang Kapal Kelud dari Batam pada Senin (27/3/2023) di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mendapat ancaman.
Baca juga :Pemerintah Indonesia Musnahkan 750 Bal Pakaian Monza Bernilai Miliaran
"Jangan coba-coba memberitakan kegiatan kami ya, jika tidak ingin berhadapan dengan pengawal pengawal kami,"hardik seorang wanita berbadan gemuk, disyaki cukong monza.
Amatan wartawan sebelumnya, pakaian monza itu diturunkan dari atas kapal dimasukkan ke dalam koper-koper, selain itu ada pula yang dibungkus menggunakan kain sprai dan di dalam kardus. Jumalah sekitar ratusan bal diturunkan oleh tukang angkut barang (buruh bagasi).
Sebagai tanda kalau barang tersebut milik seorang cukong wanita, buruh bagasi hanya cukup mengangkat tangan saat melintasi petugas Bea CukaiBelawan yang sedang berjaga. Ada 3 petugas saat itu hanya tersenyum dan geleng kepala.
Petugas bagasi mengangkut monza tersebut keluar dari dalam Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, lalu di masukkan ke dalam mobil pribadi yang sudah menunggu di luar Terminal.
Terlihat puluhan mobil pribadi menunggu di luar terminal. Terlihat beberapa pria berpakaian preman menggunakan HT mengatur proses pengangkutan dan mengaturnya.