jaringberita.com -Camat Pantai Cermin, Dayat Tambunan mengakui video beredar dan viral diterima redaksi jaringberita, Senin (16/1/2023) merupakan video jumat lalu.
Kata camat, aksi viral pedagang lantaran masih menempati lokasi Kawasan Wisata Pantai Cermin (KWPC), meski telah mendapat kompensasi dari Theme Park.
Namun besaran diterima oleh pedagang pihak kecamatan tidak mencampuri.
"Kejadian pada jumat lalu. Itu lantaran pihak pedagang yang sudah menerima kompensasi masih menempati lokasi,"kata Camat dikonfirmasi, Senin (16/1/2023).
Camat yang mengaku sedang kurang enak badan, bertindak lantaran adanya laporan pihak Theme Park terkait tidak di-indahkannya kesepakatan antar keduanya. Pihak Theme Park da pedagang.
Dalam kesepakatan disebut kalau para pedagang yang telah menerima kompensasi akan meninggalkan dan membongkar lapak tempat mereka berjualan. Namun sampai jumat lalu belum dilakukan.
"Setelah kita datang, akhirnya para pedagang meminta waktu tiga hari untuk melakukan pembongkaran lapak mereka. Ada sekitar 400 lapak mereka bongkar sendiri,"kata camat.
Dikesempatan itujuga, camat meminta kepada para wisatawan yang datang ke KWPC mendapati adanya pungutan liar atau pungutan tidak sesuai dengan peraturan segera melaporkan dan pasti akan ditindak.
"kalau memang ada yang melakukan pungutan diluar peraturan atau perda segera laporkan, kita akan mengambil tindakan tegas,"janji camat.
Sebelumya diberitakan, keributan terjadi di Kawasan Wisata Pantai Cermin (KWPC). Puluhan pedagang mengamuk karena tidak terima lapak jualan mereka digusur, Senin (16/1/2023).
Demikian dua buah video singkat dari masyarakat diterima redaksi jaringberita. Dalam video berdurasi 2.45 detik dan 29 detik tersebut terlihat Camat Pantai Cermin, Dayat Tambunan berada dilokasi.
Namun beliu membantah saat dikonfirmasi terkait pengusiran pedagang. "Engga ada pengusiran,"kata Camat singkat lewat pesan WhatsApp, Senin (16/1/2023).
Dalam video tersebut juga terlihat sebuah alat berat sudah disiapkan untuk merubuhkan lapak pedagang yang sudah puluhan tahun mengais rezeki di pinggir pantai milik Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) tersebut.
Dalam video juga terlihat para ibu-ibu berteriak-teriak histeris dan ada pula yang mendoakan camat agar sehat selalu sebagai isarat bahasa sindiran dilontarkan.
Kabar beredar dilapangan kalau pengusiran pedagang di sana atas suruhan oknum dewan. Namun oknum bersangkutan belum terkonfirmasi.
"Kalau untuk anggota dewan pak Asom tidak ada kegiatannya di situ. Beliau hanya datang melihat,"kata camat mengakhiri.