Tiga Hari Hanyut di Sungai Asahan, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas


Tiga Hari Hanyut di Sungai Asahan, Seorang Pemuda Ditemukan Tewas
Istimewa
Petugas gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban
jaringberita.com - Pencarian yang dilakukan terhadap Anju Rahjumi Pasaribu (23) pemuda yang hanyut di sungai Asahan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, akhirnya berbuah hasil.

Setelah tiga hari dinyatakan hilang karena terbawa arus, warga Desa Banuh Raya, Kecamatan Panombeian Pane, Kabupaten Simalungun tersebut ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan, Kamis (8/6/2023) pukul 09.00 WIB.

"Jasad korban berhasil ditemukan berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal korban hanyut," ungkap Kepala Kantor SAR Medan Budiono.

Sementara itu, Koordinator Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba Ajibata Parapat Hisar Turnip menyebutkan, korban berhasil di ketemukan tim pencari tersangkut di bebatuan di dalam ruas aliran sungai Asahan dengan posisi mengambang.

"Setelah jasad korban berhasil ditemukan, oleh Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba langsung menarik ke atas untuk evakuasi," jelasnya.

Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba bersama Tim BPBD Kabupaten Toba langsung melakukan selanjutnya melakukan serah terima kepada pihak ke Polisi di Pos Sungai Asahan Desa Siantar Utara, Kecamatan Parmaksian untuk selanjutnya di bawa ke RSUD Porsea guna dilakukan visum.

"Selanjutnya jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan acara pemakaman," sebutnya.

Kanit Reskrim Polsek Porsea Iptu Tarsan Simangunsong menyebutkan, dalam upaya pencarian korban, pada hari kedua sempat dilakukan hingga 4 kali penyelaman ke sungai Asahan namun tidak membuahkan hasil.

"Sulitnya pencarian korban dikarenakan arus air Sungai Asahan di bawah cukup deras sehingga mengakibatkan tim pencari tidak bisa mendeteksi situasi di dalam bawah air," jelasnya.

Seperti diketahui, peristiwa naas yang dialami korban terjadi pada Selasa, (6/6/2023) petang. Ketika itu korban yang baru pulang kerja di ladang, hendak menyeberangi sungai Asahan.

Mulanya, korban hendak mengunakan rakit ponton yang sudah ada di alur sungai untuk menyeberang. Namun karena rakit ponton telah berisi muatan lumayan banyak, akhirnya korban berenang sembari berpegangan pada besi rakit.

Akan tetapi, diduga kelelahan, tangan korban terlepas dari pegangannya, sehingga korban hanyut dan terbawa arus sungai Asahan.

Editor
: Nata

Tag: