Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, RS Diminta Tingkatkan Pelayanan


Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, RS Diminta Tingkatkan Pelayanan
Istimewa

jaringberita.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Alwi Mujahit Hasibuan meminta Rumah Sakit (RS) di Sumut agar meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Hal ini kata Alwi, untuk dapat menekan angka kematian ibu dan bayi, sebab RS memiliki peran penting.

“Rumah Sakit memiliki peran yang sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Sehingga rumah sakit dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi,” ungkap Alwi dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023).

Alwi menjelaskan, upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di RS meliputi dimensi kepatuhan terhadap standar pelayanan, patient safety, penguatan kinerja rujukan serta keterlibatan penuh dari pasien, keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi di RS, ditambah dengan upaya lain seperti deteksi awal pencegahan komplikasi kehamilan, peningkatan respon time pada kondisi darurat, serta keterpaduan data dan informasi kesehatan, diyakini akan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi di Sumut.

Sementara itu, Chief of Party USAID MPHD Indonesia, dr Dwirani Amelia, Sp.OG menyampaikan, selama tahun 2021-2022 di Sumut, MPHD telah melaksanakan pendampingan tematik di 10 dari total 18 rumah sakit swasta di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Langkat dan Karo.

Pendampingan tematik melibatkan mentor maternal dan neonatal Provinsi Sumut sesuai Surat Keputusan Mentor yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut yang terdiri dari Ahli Kandungan (SpOG), Ahli Anak (SpA), Bidan, Perawat, Manajemen RS.

"Selama proses pendampingan yang telah dilaksanakan, tim mentor dan MPHD mendapatkan berbagai lesson learned dan best practices, baik dari aspek pendampingan dan juga teknis pelaksanaan," katanya.

Editor
: Nata

Tag: