jaringberita.com - Dalam mengejar target eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030, Dinas Kesehatan Kota Medan mengaku jika saat ini penanganannya telah memasuki arah percepatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Pocut Fatimah Fitri mengatakan, hal itu sejalan dengan Perpres Nomor 67 tahun 2021.
"Di Medan ini banyak mitra yang siap untuk mendukung itu. Jadi kalau kita hanya mengandalkan anggaran APBD saja mungkin tidak seluas ini gerakan kita, jadi mitra ini sangat penting," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (10/2/2023).
Pocut menjelaskan, dengan target eliminasi TB tahun 2030 yang terbilang tidak lama lagi, perlu dipikirkan strategi percepatan apa yang harus dilakukan. Apalagi, sambungnya, angka penderita TB yang paling besar itu justru didapatkan dari usia produktif.
"Usia produktif ini banyak di sekolah dan dunia kerja. Karenanya untuk memutuskan rantai penularan, tentu harus dicari kelompok beresiko," jelasnya.
Menurutnya, dalam hal penanggulangan TB, tidak dapat terlepas dari sosialisasi. Untuk itu, katanya, masyarakat harus tau apa itu TB, bagaimana cara penularannya, siapa yang beresiko, bagaimana pengobatannya dan diagnosanya.
"Itu kita wajib mensosialisasikannya seluas luasnya. Semua OPD, semua pihak harus bersuara mensosialisasikan ini," tegasnya.
Seperti diketahui, pada tahun 2021 lalu, jumlah kasus TB/TBO-RO yang terlapor di Kota Medan hanya 30% atau sebanyak 5.641 kasus. Sementara, target yang harus dicapai sebesar18.963kasus.
Sementara dalam strategi nasional pengendalian TB 2020-2024, upaya menuju eliminasi TB di Indonesia pada 2030 dengan penerapan beberapa strategi. Antara lain, penguatan komitmen dan kepemimpinan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk mendukung percepatan eliminasi TB 2030.
Kemudian, peningkatan akses layanan TB bermutu dan berpihak pada pasien dan peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisektor lainnya dalam eliminasi TB.