Soal Terduga Bandar Narkoba di Labusel Meninggal saat Ditangkap, Ini Penjelasan Pasi Intel Kodim 0209/Labuhanbatu


Soal Terduga Bandar Narkoba di Labusel Meninggal saat Ditangkap, Ini Penjelasan Pasi Intel Kodim 0209/Labuhanbatu
istockphoto
Ilustrasi

jaringberita.com - Seorang terduga bandar narkoba berinisial J dikabarkan meninggal dunia usai ditangkap oleh Tim Unit Intel Labuhabatu Selatan (Labusel) di Jalan Simaninggir, Kelurahan Kotapinan, Sabtu (15/4/2023) pukul 19.00 WIB kemarin.

Penangkapan tersebut dilakukan, setelah sebelumnya petugas mendapatkan laporan atas keresahan masyarakat sekitar Jalan Simaninggir tersebut.

Namun belakangan, berkembang kabar jika meninggalnya J bukan karena dianiaya. Hal ini pun dibenarkan oleh Pasi Intel Kodim 0209/Labuhanbatu Kapten Inf Guntur Wibowo.

"Jadi saya tegaskan disini, anggota kita melakukan penangkapan bukan tidak ada dasar, ini semua atas laporan masyarakat, karena saudara J ini merupakan bandar di wilayah itu," tegasnya kepada wartawan, Senin (17/4/2023).

Dia menjelaskan, sebelum dilakukan penangkapan, petugas menggunakan teknik undercover. Setelah terbukti J kemudian ditangkap.

"Bahwa saat itu benar adanya sdr J sedang mengedarkan barang haram tersebut," jelasnya.

Namun terang dia, saat hendak dilakukan penangkapan, petugas di lapangan menegur J yang akan meletakkan narkobanya di bawah pohon mangga depan rumahnya.

"Saat itulah dia (pelaku) berlari arah ke kiri rumah sampai ke belakang, kemudian terjatuh dan terguling beberapa kali, karena kondisi tanah tersebut keras dan terjal," terangnya.

Setelah itu, sambung Guntur, petugas sempat diberikan air minum karena merasa haus dan diminta kepada istri J dari dalam rumah. Setelah itu, tidak berapa lama air minum tersebut diberikan, J lalu terpental ke belakang dan terjatuh ke tanah bebatuan bekas bongkaran bangunan.

Setelah itu oleh tim di lapangan, J pun dilarikan ke RSUD Kotapinang bersama istrinya. Namun setelah 15 menit di rumah sakit, almarhum dinyatakan meninggal.

Diketahui, saat ini terhadap jenazah almarhum sudah dilakukan visum dan hasilnya menunggu dari pihak RSUD Rantauprapat.

"Jadi kita sudah turunkan tim ke lapangan. Dugaan di salah satu media online yang mengatakan dianiaya oleh personil kita, itu tidak benar," pungkasnya.

Penulis
: izl
Editor
: Nata

Tag: