Sumur tersebut dijelaskannya tidak memiliki air namun cukup dalam. Awal kecurigaan keluarga setelah hilangnya korban ini selama dua hari yang tak kunjung pulang di mana terdapat sepeda motor dan sandal korban di sekitar sumur.
"Ada warga yang melaporkan ke keluarga, ini sepeda motornya sudah dua hari di ladang dekat sumur itu jadi diputuskanlah untuk melihat ke dalam sumur yang semula tidak nampak karena kondisi kedalaman yang gelap," ujarnya.
Karena merasa penasaran, keluarga yang masih mencari keberadaan korban kemudian melihat lagi ke dalam sumur yang gelap dengan menggunakan senter. Akhirnya barulah diketahui korban sudah meninggal dunia karena terjebak selama dua hari dan diduga meninggal dunia karena kehabisan oksigen.
Polisi yang mendapatkan laporan tentang penemuan korban di dalam sumur ini kemudian berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran. Butuh waktu sekitar hampir 3 jam untuk mengevakuasi korban di dalam sumur sempit yang hanya berdiameter 0,5 meter itu.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak terdapat tanda-tanda bekas penganiayaan terhadap korban yang diduga memang ia terjebak masuk ke dalam sumur hingga kehabisan oksigen dan meninggal dunia.
"Pemeriksaan telah dilakukan oleh pihak Puskesmas Air Teluk Kiri menerangkan bahwa dugaan sementara hasil pemeriksaan luar yang dilakukan terhadap korban, bahwa korban meninggal dunia dikarenakan akibat lemas kekurangan oksigen dan tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Rony.
Selanjutnya keluarga korban telah menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan tidak keberatan serta menolak untuk dilakukan outopsi dikarenakan kematian korban suatu musibah.