Pemkab Madina Abaikan Pendemo Jatuh Sakit Bertahan di Bulan Ramadhan Depan Gerbang PT RPR


Pemkab Madina Abaikan Pendemo Jatuh Sakit Bertahan di Bulan Ramadhan Depan Gerbang PT RPR

jaringberita.com -Masuk hari ke-6 puasa bulan suci ramadhan 1444 hijriah, banyak warga Mandailing Natal (Madina) jatuh sakit. Anak-anak dan orang dewasa.

Hal ini dikarenakan masyarakat yang menuntut hak-nya masih bertahan di depan Gerbang Kantor PT RPR, sudah 10 hari sebelum bulan puasa.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga terlihat lelah karena melakukan pengawalan. Meski belum ada titik pertemuan dan Pemkab Madina terkesan mengabaikannya.

Presiden Ikatan Pemuda Mandailing, mengatakan kalau bertahannya masyarakat terkait polemik 609 hektar yang menjadi tranding topik media sosial sebagai "skandal" Agraria PT RPR saat ini sebagai sisa IUP PT RPR.

Perseteruan antara PT Rendi Permata Raya dengan Koperasi HSB Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis adalah, adanya perbedaan IUP 4350 hektar dan HGU Inti 3741 hektare.

Berarti, ada sekitar 609 hektar sisa IUP yang tidak masuk lahan inti. Tidak di HGU kan, siapa yang menguasai yang 609 hektar sisa dari IUP 4350 hektar.

Ia menilai, seharusnya inilah yang harus diberikan kepada masyarakat Singkuang I Koperasi HSB.

Tinggal ketegasan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madina terhadap perusahaan agar mereka memberikan lahan itu menjadi Plasma Koperasi HSB.

Supaya masalah ini tidak melebar panjang dan masyarakat saat ini yang bertahan melakukakan demontrasi disaat puasa ke 6 hari ini sudah hampir 10 hari dimuka Gerbang Kantor PT. RPR.

"Kasihanlah Pak Bupati, banyak yang sudah jatuh sakit, orang tua dan anak - anak juga yang ikut, pak Polisi yang jaga juga kasihan sebagai pengawal,"katanya.

Penulis
: asril-mt
Editor
: Dedi

Tag: