jaringberita.com -Proyekpembangunan jalanalternatif yang menghubungkan wilayah Medan sampai Berastagi menemui kendala.
Hal ini dikarenakan banyaknya tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menghambat proses pembangunan tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Utara, Baskami Ginting mengatakan, pihaknya akan segera memanggil General Manager PT PLN wilayah Sumut untuk membicarakan terkait fasilitas tiang listrik yang berada di sekitar proyek pembangunan.
Tercatat ada 135 tiang listrik di bahu dan badan jalan yang menjadi kendala," kata Baskami dilansir merdeka.com,Kamis (18/1).
Baskami meminta kepada pihak PT PLN wilayah Sumut untuk bekerja sama dalam memindahkan tiang-tiang listrik tersebut agar prosespembangunan jalanbisa berjalan lancar.
Ketua DPRD Sumut mendesak proyek pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang menggunakan danamultiyearsagar segera selesai dan bisa digunakan masyarakat.
"Kontrak 2023, semua proyek yang dana Rp2,7 triliun harus selesai," tegas Baskami saat meninjau proyek pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi via Kutalimbaru.
Jalan alternatif yang dimulai dari Desa Sukamakmur menuju Dusun X Tanduk Benua hingga ke Dusun Sembaikan II sampai Sibolangit itu diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempersingkat waktu perjalanan.
"Mengingat jalur utama semakin sering macet dan acapkali longsor di beberapa titik," terang Baskami.
Baskami Ginting berharap dengan terealisasi jalan alternatif ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan serta mengembangkan perekonomian ke Kabupaten Karo dan sekitarnya.
"Saya berharap pertumbuhan ekonomi kita dapat bergerak maju satu diantaranya yaitu karena potensi wisata," terang Baskami.
Di samping itu, Kadis PUPR, Bambang Pardede mengatakan bahwa proyek yang menggunakan anggaranmultiyearsitu ditargetkan capaibasedan pengaspalan selama satu bulan ke depan.
"Satu bulan sejak hari ini, kita akan selesaikan sepanjang 9,7 kilometer," kata Bambang.
Selanjutnya, untuk jalur sepanjang 16,7 km termasuk jalur yang menembus kawasan hutan akan dikerjakan secara bertahap. Mulai dari pengerasan hingga pengaspalan," tuturnya.