Pejabat Meninggal dan Pensiun Dilantik, Gubsu Edy Nanggung Malu


Pejabat Meninggal  dan Pensiun Dilantik, Gubsu Edy Nanggung Malu
Kepala BKD Safruddin Nasution

jaringberita.com -Sebuah kesalahan birokrasi kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi terus disuarakan menyusul terkuaknya ada pejabat sudah meninggal dan pensiun ikut dilantik.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara Safruddin Nasution dianggap sangat pantas mendapatkan sanksi.

"Kalau itu saya tidak berani komentar, itu merupakan hak dan wewenang Pak Gubernur," ujar Safruddin kepada redaksi.

BACA JUGA :

Terkuak ! Gubsu Edy Lantik Pejabat Sudah Meninggal 3 Tahun Lalu

Pejabat Meninggal dan Pensiun Dilantik, Gubsu Edy Nanggung Malu

Jual-Beli Serangan, Polrestabes Medan Hajar Jurnalis Al Star 3-2

Sanksi itu layak diterimanya dengan keselahan tersebut, benarkah murni kesalahan Safruddin atau ada indikasi lain ?

"Kelalaian dalam bekerja itu harus ada sanksinya. Safruddin Nasution yang harus bertanggungjawab, tetapi Edy Rahmayadi yang menanggung malunya," ujar Ketua Umum Masyarakat Garuda Sumatera Utara (Margasu) Hasanul Arifin Rambe SPd, SH kepada Wartawan diterima redaksi, Jumat 24 Februari 2023.

Kasus salah lantik ini, kata Hasanul, sangat memalukan birokrasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Safruddin yang sudah tiga kali menjabat eselon 2 bisa kecolongan dengan PNS yang sudah meninggal dan pensiun ikut dilantik gubernur.

Menurutnya, Safruddin seharusnya sudah menguasai administrasi dan peraturan pegawai di pemerintah provinsi. Sebagai pejabat eselon 2 senior sejak zaman Gubsu Gatot Pujo Nugroho, kesalahan dalam pelantikan tersebut seharusnya tidak terjadi.

"Kita sangat paham Gubsu paling percaya dengan bawahannya, tetapi inilah akibatnya. Sangking percayanya, orang mati dan pensiun pun ikut dilantik. Apa lagi matinya sudah tiga tahun lalu. Ini kesalahan Safruddin sebagai kepala BKD. Tidak cermat dan teliti. Yang menjadi korban sosialnya ya gubernur. Dibully, diolok olok, cemooh, dan sebagainya. Macam tak mampu memimpin, padahal mantan panglima, dan seperti itulah contoh bahasa yang muncul di publik. Pertanyaannya, Safruddin Nasution itu siapa yang merekomnya jadi Kepala BKD?" ucap Hasanul.

Hasanul pun berharap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tegas menjalankan aturan dan sanksi kepada pegawai yang lalai dalam menjalankan tugas, hingga membuat gejolak sosial di tengah masyarakat.

Poinnya, lanjut Hasanul, Edy Rahmayadi harus memerintahkan Inspektorat untuk melakukan penyelidikan atas kesalahan yang dilakukan Kepala BKD Safruddin Nasution dan staf yang membidangi pelantikan tersebut.

"Penyidik pegawai kan ada, silahkan Gubsu perintahkan Kepala Inspektorat Lasro Marbun untuk memeriksa semua yang terlibat dalam proses pelantikan salah itu, biar tidak liar isu yang berkembang di luar," tandas Hasanul.

Penulis
: rel
Editor
: Dedi

Tag: