Menurut data World Health Organization (WHO), kanker adalah penyebab utama kematian bagi anak-anak dan remaja. Tiap tahun ada sekitar 400.000 anak berusia 0-19 tahun yang terkena kanker. Di negara dengan pendapatan tinggi, lebih dari 80 persen anak penderita kanker dapat sembuh, sementara pada negara berkembang kurang dari 30 persen yang sembuh.
"Kanker anak yang paling sering dijumpai adalah kanker darah (leukimia). Gejala kanker pada anak, seperti penurunan berat badan yang signifikan, sakit kepala yang disertai muntah di pagi hari, bengkak atau nyeri pada tulang dan persendian secara terus menerus, benjolan atau massa (terutama di perut, leher, dada, panggul, atau ketiak), memar yang berlebihan, pendarahan atau ruam, warna keputihan di belakang pupil mata, kelelahan yang konstan atau pucat, demam berulang yang tidak diketahui penyebabnya," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, Murni Teguh Memorial Hospital banyak sekali anak penderita kanker. Sepanjang tahun 2022, ada 578 kasus kanker pada anak. Dari jumlah ini, angka keberhasilan pengobatan terhadap pasien kanker capai 99 persen.
"Dari 578 kasus kanker, paling banyak di alami anak adalah kanker leukimia dan kanker limfona," katanya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Smiling Kids Foundation yang sangat memperhatikan pasien kanker anak. "Mereka yang memberikan support kepada Murni Teguh Memorial Hospital khususnya bagi anak penderita kanker. Kita berharap pasien-pasien dari seluruh Indonesia datang ke Murni Teguh Memorial Hospital untuk mendapatkan pengobatan dan pasien yang berobat dari luar negeri kembali berobat ke Indonesia. Kita akan kembangkan lebih banyak lagi pelayanan sehingga kita memberi kehidupan yang lebih baik untuk anak penderita kanker," pungkasnya.
Untuk itu, lanjutnya, diharapkan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini dapat menambah pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap cara pencegahan, deteksi dini dan menyebarkan semangat bagi para pejuang kanker anak di Indonesia agar tidak putus asa dan tetap produktif.
"Sekali lagi, mari kenali dan dukung gerakan lawan kanker. Deteksi dini adalah perlindungan terbaik dalam melawan penyakit ini. Memberikan dukungan kepada para pejuang kanker anak melalui semangat dan aksi nyata jauh lebih bermakna dibandingkan hanya lewat kata-kata," pungkasnya.