Ngobrol Film: Aktivis, Budayawan dan Seniman Bahas Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Keberlanjutan Lingkungan


Ngobrol Film: Aktivis, Budayawan dan Seniman Bahas Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Keberlanjutan Lingkungan
Istimewa
Aktivis, vudayawan dan seniman bahas keberlanjutan lingkungan

"Satu lagi, film ini juga mengangkat hal-hal magis tentang harimau yang masih melekat dalam kehidupan budaya lokal,” paparnya.

Unsur-unsur tradisi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan juga tergambarkan dari film Jamu Laut. Film ini menceritakan proses pelaksanaan upacara keagamaan yang dibalut dengan nilai-nilai tradisi melayu sumatera.

Upacara ini dimaknai sebagai bentuk saling menghormati antara manusia dan alam dengan pengharapan agar manusia mendapatkan berkah dari tuhan yang kuasa sehingga terjauhkan dari bencana.

“Tentu ini adalah bagian dari tradisi kita, tradisi yang mengajarkan kita untuk merawat dan menghargai lingkungan. Dan sebenarnya, tradisi ini juga menjadi tanda kita harus memberikan waktu kepada alam atau lingkungan untuk melakukan proses pemulihan dirinya agar kembali dapat memberikan manfaat,” jelas Andi Hutagalung.

Keseluruhan narasumber yang menjadi pemateri pada kegiatan ngobrol film ini sepakat bahwa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dibutuhkan satu bentuk kolaborasi yang kuat di antara pemerintah, masyarakat, civil society dan juga media massa.

Megawandi selaku Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Sumut mengakui bahwa dalam proses perencanaan pembangunan aspek lingkungan hidup menjadi aspek yang paling penting dalam untuk dilihat.

“Ada banyak aturan terkait hal ini, dari perundang-undangan hingga aturan teknis lainnya. Jadi kita terkadang kita berkerja dalam memberikan rekomendasi juga mengacu pada aturan-aturan tersebut," katanya.

Editor
: Nata

Tag: