jaringberita.com -Buntut dari diduga adanya pemotongan dana KIP mahasiswa universitas Al-Washliyah (Univa) kabupaten Labuhanbatu.
Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Pimpinan Besar (MP PB) Al-Washliyah Guntur Syahputra Alkarim, M.Pd beserta dua orang yang turun langsung ke Univa Al-Washliyah Labuhanbatu, pada hari Selasa 09 Mei 2023.
Kedatangan Wakil Sekretaris MP PB Al-Washliyah bersama dua orang ke kampus Univa Al-Washliyah Labuhanbatu untuk memberikan surat pernyataan kepada mahasiswa Univa Al-Washliyah Labuhanbatu agar mahasiswa menandatangi surat pernyataan tersebut.
Wakil Sekretaris MP PB Al-Washliyah Guntur Syahputra Alkarim, M.Pd di konfirmasi, Jum'at (19/05/2023) melalui WhatsApp, tentang dugaan adanya pemaksaan penandatanganan surat pernyataan yang di tandatangani oleh beberapa mahasiswa Univa Al-Washliyah Labuhanbatu, "Waalaikumsalam, coba kirimkan mana bukti pemaksaannya, Karena saya punya rekaman untuk membuktikan bahwa tidak ada pemaksaan," katanya.
Ketika ditanyakan apakah tentang pemotongan dana KIP tersebut apakah sudah di kembalikan kepada mahasiswa.
,"Tunggu lah hasil rekomendasi tim monev, karena uang bukan di tim monev, kalau di saya pasti langsung saya kembalikan.kami hanya merekomendasikan agar dikembalikan berdasarkan permintaan mahasiswanya. Dan itu sudah kita sampaikan ke mahasiswanya, rekaman semua lengkap, tunggu hasil monev, Karena monev yang dilakukan bukan hanya kepada mahasiswa penerima KIP. Thanks, ujar Guntur.
Ketika dikonfirmasi jaringberita.com beberapa mahasiswa Univa Al Washliyah Labuhanbatu, Jumat (19/5/2023) tentang rekaman yang dikatakan oleh wakil Sekjen MP PB Al-Washliyah, Guntur Syahputra Alkarim, M.Pd saat akan meminta mahasiswa menandatangani surat pernyataan tersebut, tidak ada mereka merekamnya dan memanggil mahasiswa melalui WhatsApp untuk berkumpul di kampus Univa Al-Washliyah untuk menandatangani surat pernyataan tersebut, kata beberapa mahasiswa.