jaringberita.com -Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi blusukan ke Medan, Sumatera Utara, kemarin. Kunjungan kali ini dalam rangka meninjau pelaksanaan tiga proyek di kota tersebut.
Ada tiga proyek infrastruktur yang harus digeber agar segera diselesaikan. Yakni, Pelabuhan Kuala Tanjung, jalur kereta api layang Medan-Binjai dan Terminal Tipe A Amplas.
Dalam kunjungannya, BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution, yang juga menantu Presiden Jokowi.
Di Pelabuhan Kuala Tanjung, BKS mendorong produktivitas pelabuhan agar dapat melayani distribusi logistik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei secara optimal.
BKS mengatakan, dalam 2 tahun ke depan akan dibangun 10 pabrik di KEK Sei Mangkei, yang diharapkan semakin meningkatkan produktivitas Pelabuhan Kuala Tanjung.
“Sei Mangkei dan Kuala Tanjung saling melengkapi. Jika produktivitas Sei Mangkei meningkat, maka produktivitas pelabuhan akan bertambah,” katanya.
Eks Dirut Angkasa Pura ll ini menargetkan bulan depan akan beroperasi jalur kereta api di Pelabuhan Kuala Tanjung.
“Kereta api akan lebih efisien dan cepat dibandingkan jalur darat yang lebih padat. Dengan kereta api, dari Kuala Tanjung ke Sei Mangkei tidak lebih dari 30 menit,” ujar BKS.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan pengembangan integrasi multimoda untuk meningkatkan mobilitas barang dari KEK Sei Mangkei. Integrasi dilakukan dengan jalur kereta api barang yang menghubungkan Sei Mangkei, Kuala Tanjung dan Belawan.
Tahap I Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, yakni Kuala Tanjung Multipurpose Terminal telah beroperasi.
Pelabuhan telah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan modern. Didukung sistem informasi teknologi yang terintegrasi, sehingga dapat meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan kecepatan proses bongkar muat.
Pelabuhan ini diharapkan menjadi transshipment port, yang disinggahi kapal-kapal besar dari sejumlah negara.
Selanjutnya, mantan Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini juga blusukan ke proyek jalur kereta api layang Medan-Binjai. Proyek jalur kereta api ini dibangun dengan panjang sekitar 20 kilometer.
Dari total panjang tersebut, 6,8 kilometer akan dibangun dengan sistem jalur layang. Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 1 triliun dan ditargetkan selesai 2024.
“Kita bangun tidak boleh asal-asalan. Harus sampai manfaatnya kepada masyarakat. Pembangunan angkutan massal sangat dibutuhkan di Kota Medan yang sudah mulai macet,” tegas BKS.
Untuk mengoptimalkan angkutan massal kereta api di Medan, lanjut BKS, ada tiga langkah utama yang harus dilakukan. Pertama, headway atau waktu tunggu kedatangan antarkereta harus singkat 15-30 menit.
Kedua, terdapat sejumlah titik-titik stasiun yang dilewati, dan integrasi antarmodanya harus baik.
Blusukan berlanjut ke Terminal Tipe A Amplas. BKS meminta dukungan dari Pemerintah Kota Medan, TNI/Polri untuk menertibkan bus yang masih menggunakan terminal bayangan di luar Terminal Tipe A Amplas.
Menurut BKS, Terminal Tipe A menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia karena kualitasnya tidak kalah dengan bandara.
“Untuk itu, saya minta dukungan Wali Kota dan Dandim melakukan penegakan hukum bagi operator bus yang melakukan kegiatan di luar terminal,” pintanya.
BKS mengatakan, seperti dilansir RM.id, terminal ini akan berfungsi dengan baik jika semua bus patuh.
“Di dalam terminal lebih tertata baik dan nyaman, ada bus antarkota dan angkutan dalam kota. Dibandingkan di luar terminal, penumpang harus lari-lari dan macet,” ucapnya.
Untuk diketahui, Terminal Tipe A Amplas akan menerapkan konsep mixed use. Jadi, terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti mall, hotel, apartemen serta food court. Hingga 18 September 2022, progres pembangunannya telah mencapai 92,602 persen.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengapresiasi pembangunan infrastruktur transportasi yang dikerjakan Kemenhub. Mulai dari pelabuhan, jalur kereta api dan terminal.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian terhadap perkembangan angkutan massal di Kota Medan.
“Kami berharap, semakin banyak warga Medan dan sekitarnya yang berpindah dari kendaran pribadi ke angkutan massal,” harap Bobby.