Dari total panjang tersebut, 6,8 kilometer akan dibangun dengan sistem jalur layang. Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 1 triliun dan ditargetkan selesai 2024.
“Kita bangun tidak boleh asal-asalan. Harus sampai manfaatnya kepada masyarakat. Pembangunan angkutan massal sangat dibutuhkan di Kota Medan yang sudah mulai macet,” tegas BKS.
Untuk mengoptimalkan angkutan massal kereta api di Medan, lanjut BKS, ada tiga langkah utama yang harus dilakukan. Pertama, headway atau waktu tunggu kedatangan antarkereta harus singkat 15-30 menit.
Kedua, terdapat sejumlah titik-titik stasiun yang dilewati, dan integrasi antarmodanya harus baik.
Blusukan berlanjut ke Terminal Tipe A Amplas. BKS meminta dukungan dari Pemerintah Kota Medan, TNI/Polri untuk menertibkan bus yang masih menggunakan terminal bayangan di luar Terminal Tipe A Amplas.
Menurut BKS, Terminal Tipe A menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia karena kualitasnya tidak kalah dengan bandara.
“Untuk itu, saya minta dukungan Wali Kota dan Dandim melakukan penegakan hukum bagi operator bus yang melakukan kegiatan di luar terminal,” pintanya.
BKS mengatakan, seperti dilansir RM.id, terminal ini akan berfungsi dengan baik jika semua bus patuh.
“Di dalam terminal lebih tertata baik dan nyaman, ada bus antarkota dan angkutan dalam kota. Dibandingkan di luar terminal, penumpang harus lari-lari dan macet,” ucapnya.
Untuk diketahui, Terminal Tipe A Amplas akan menerapkan konsep mixed use. Jadi, terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti mall, hotel, apartemen serta food court. Hingga 18 September 2022, progres pembangunannya telah mencapai 92,602 persen.
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengapresiasi pembangunan infrastruktur transportasi yang dikerjakan Kemenhub. Mulai dari pelabuhan, jalur kereta api dan terminal.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memberikan perhatian terhadap perkembangan angkutan massal di Kota Medan.
“Kami berharap, semakin banyak warga Medan dan sekitarnya yang berpindah dari kendaran pribadi ke angkutan massal,” harap Bobby.