Luran Terjun Pasrah Dizolimi Kasus 363 Rumah Sekertaris SMSI


Luran Terjun Pasrah   Dizolimi Kasus 363  Rumah Sekertaris SMSI

jaringberita.com -Ada yang menarik dalam kasus pencurian di rumah Sekertaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut, Ariandi pada Kamis (16/2) kemarin.

Selain Kepala Lingkungan (Kepling) XIII, Kelurahan Terjung, Kecamatan Medan Marelar, Saddiani Harapan yang tidak menjawab saat dikonfirmasi terkait dianggap tidak merespon keluhan warganya, sang lurah justru pasrah.

Awalnya Lurah Terjun, Reza Arba S STP mengaku kalau kasus pencurian alias 363 yang dialami Ariandi sudah dilaporkan. "Sudah dilaporkan ya bang terkait korban pencurian,"kata Lurah

Awalnya Saddiani Harahap, Kepling Lingkungan 13 Kelurahan Terjun Komp KPUM, Kecamatan Medan Marelan, dikeluhkan warganya karena tidak merespon atas pengaduan kemalingan.

Informasi diterima redaksi, Sabtu (18/2), kalau kemalingan rumah Sekertaris SMSI itu terjadi pada Kamis (16/02/2023) malam dan sudah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan.

Keluarga korban yang miris dengan sikap Kepling terkesan tidak merespon dan memperdulikan laporan warganya.

Ceritanya, rumah Sekertaris SMSI Ariadi di i Komplek KPUM Jalan Rahmad Buddin Blok 27 No 516 Lingkungan 13 Kelurahan Terjun Medan Marelan, dibobol kawanan maling.

Malam itu Adilla Yuliananda anak dari Ariadi ingin melaporkan tentang rumahnya yang telah dibobol maling, mengakibatkan kehilangan satu unit laptop, handphone serta sebuah tas ransel dan uang tunai Rp400 ribu.

Ketika sampai di rumah Kepling Saddiani, Adilla sebagai korban pencurian disambut kurang simpatik oleh Kepling wanita itu. Ketika korban menceritakan apa yang sudah terjadi di rumahnya, anak buah WalikotaBobby terkesan tidak menggubrisnya.

“Kalian salah, kenapa tinggal di rumah itu tidak ada melapor ke saya, jadi bukan tanggung jawab saya itu,” kata Ani ketus seperti diceritakan korban kepada wartawan diterima redaksi.

Adilla Yuliananda adalah anak dari Ariadi yang merupakan pemilik rumah. “Kenapa menempati rumah sendiri harus melapor,” sebut Adilla yang malam itu tinggal di rumah bersama tiga teman kuliahnya.

Ketiga temannya menginap di rumah tersebut karena esok hari (Jumat-red) akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke Stabat.Dalam kasus ini, Ariadi sebagai pemilik rumah berharap, perihal sikap Kepling tersebut dapat menjadi perhatian Walikota Medan Bobby Nasution.

“Sudah saatnya Pak Walikota menindak Kepling yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik," tandas Ariadi kepada wartawan kesal.

Menyikapi hal tersebut Lurah Terjung Kecamatan Medan Marelan, Reza Arba S STP mengaku pasrah karena berita sudah ditayangkan di beberapa media.

Hal tersebut diutarakan Reza lewat pesan Whatsapp kepada redaksi. "Yaudah bg....gak papa..sudah biasa bang kalau dizolimi,"ujar Reza.


Tag: