Menurut dia, peran KPM harus siap memberikan edukasi tentang pentingnya pencegahaan stunting di pedesaan. Dan, kader ini juga harus dibekali pelatihan sebagai tolak ukur dalam rangka memaksimalkan langkah strategis dalam penurunan stunting.
Dengan fungsi, lanjut dia, membantu bidan desa dalam mengintervensi gizi yang terintegrasi ditingkat desa.
" Nanti Bu bidan, mereka juga yang menemani ibu ke rumah warga-warga. Tapi, sebelumnya berikan dulu sama mereka pengkaderan kesehatan tentang stunting," pinta Binsar.
Untuk melihat angka stunting turun atau tidaknya ini, lanjut dia, pihaknya akan kembali turun. " Kita akan memonitoring kenerja para Perangkat Desa dan Kepala Desa," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Binsar juga mengungkapkan perhatiannya terhadap pendidikan anak desa terkhusus dibidang numerisasi yang juga merupakan program prioritas Bupati Dosmar Banjarnahor.
"Kalau anak-anak di sekolah bagaimana? Apakah sudah mengikuti program matematika gasing (Gampang, Asyik dan menyenangkan)? koordinasi dengan sekolah dasar yang ada, jika sekolah belum menerapkan gasing, rekomendasikan kepala sekolah untuk koordinasi dengan dinas pendidikan agar disekolah itu bisa diterapkan," ungkap Binsar.
Masalah pelayanan administrasi kependudukan juga tak terlepas dari perhatian Binsar Marbun, dirinya meminta agar setiap Kepala Dusun untuk turun langsung ke masyarakat untuk aktif melakukan pelayanan administrasi kependudukan masyarakat.
"Setiap Kepala Dusun harus aktif turun langsung kelapangan, tanyai masyarakat tentang administrasi kependudukan mereka, agar tidak adalagi masyarakat yang terkendala tentang adminduk," ucap Binsar.
Termasuk dalam hal jam kerja para aparatur Perangkat Desa, ia menegaskan agar Perangkat Desa displin waktu dalam pekerjaan guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di Desa.