Kasus Gigitan Tinggi, Dinas Kesehatan Imbau Masyarakat Vaksin Hewan Peliharaan


Kasus Gigitan Tinggi, Dinas Kesehatan Imbau Masyarakat Vaksin Hewan Peliharaan
istockphoto
Ilustrasi
jaringberita.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, khususnya anjing agar mau melakukan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, hal ini penting, agar orang di keluarga dan disekitarnya bisa terjaga dari kemungkinan terkena Rabies.

Apalagi, jelas Alwi, di Kabupaten Simalungun merupakan wilayah yang memiliki jumlah populasi hewan peliharaan anjing yang cukup banyak.

"Nah, terkait kasus Rabies di Simalungun ada dua di tahun 2023, yakni Februari satu kasus dan April satu kasus, keduanya sudah meninggal dunia," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (7/6/2023).

Namun sambung Alwi, untuk kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR), di Simalungun yang terjadi dalam tahun ini ada sebanyak 254 kejadian.

Sebab, Alwi menerangkan, kasus Gigitan itu bisa dikatakan rabies bila pada pemeriksaan otak anjing di laboratorium ditemukan mengandung virus rabies dan orang yang meninggal menunjukkan gejala klinis Rabies.

"Jadi, apabila terjadi laporan kejadian gigitan anjing yang diduga rabies, anjingnya ditangkap dan dikurung, lalu dilakukan pengamatan. Bila dalam waktu dua minggu anjing tersebut mati, kemungkinan besar anjing tersebut menderita rabies. Begitupun untuk memastikan, otak anjing diperiksa di laboratorium. Bila tidak, ini bukan rabies," terangnya.

Editor
: Nata

Tag: