4. Nomor rekening salah atau tidak aktif
Penyebab BSU tak kunjung cair juga bisa karena penerima melampirkan nomor rekening bank yang salah atau tidak aktif. Padahal, pemerintah memberikan BSU melalui transfer ke rekening penerima.
Bank yang bekerja sama dengan pemerintah untuk menyalurkan BSU, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI.
Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk alias BSI.
5. Masuk sebagai penerima tahap berikutnya
Perlu diketahui, pemerintah menyalurkan BSU 2022 melalui beberapa tahap. Saat ini, penyaluran sudah dilakukan melalui dua tahap.
Pencairan BSU tahap 1 sudah diberikan kepada 4,63 juta penerima dengan anggaran mencapai Rp2,62 triliun. Begitu juga dengan pencairan BSU tahap 2 sudah diberikan kepada 1,3 juta penerima dengan anggaran Rp814,8 miliar.
Sementara total penerima BSU 2022 mencapai 14,6 juta penerima. Artinya, mungkin saja pekerja belum menerima bantuan karena masuk pencairan BSU tahap 3 dan seterusnya.
6. Kesalahan data penerima
Penyebab BSU tak kunjung cair berikutnya adalah ada kesalahan data penerima. Perlu diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memang menerima data penerima BSU dari BPJS Ketenagakerjaan.
Namun setelah itu, Kemnaker melakukan verifikasi dan validasi data penerima. Nah, bisa saja ada data penerima yang tak sesuai, sehingga membuat penerima belum bisa mendapat pencairan BSU 2022.
Itulah enam penyebab BSU tak kunjung cair. Semoga membantu.