Harga-harga Naik, Pemprov Minta Produsen Utamakan Distribusi di Sumut


Harga-harga Naik, Pemprov Minta Produsen Utamakan Distribusi di Sumut
Istimewa
Pemprov Sumut memberikan penjelasan kepada wartawan

Berdasarkan data perkembangan harga komoditas pangan selama dua pekan di Desember 2022 (1-16/12/2022), cabai merah mengalamai kenaikan signifikan sebesar 20%. Dari Rp28.868/kg di awal Desember, menjadi Rp34.930/kg pada 16 Desember.

Begitu juga cabai rawit hijau yang naik 16% selama dua pekan, telur ayam ras naik 3,4%, daging ayam 2,9% dan ikan gembung 1,2%. Kenaikan ini masih memungkinkan untuk bergerak, mengingat semakin dekatnya momentum perayaan hari natal dan tahun baru (Nataru) 2022-2023.

Antisipasi untuk itu, kata Naslindo, Pemprov Sumut merancang lima strategi pengendalian inflasi di sisa waktu sepekan terakhir Desember 2022. Yakni meminta seluruh kabupaten/kota menggelar pasar murah secara masif, terutama 5 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) seperti Medan, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Gunungsitoli dan Sibolga.

Termasuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke produsen atau gudang penyimpanan, agar tidak ada spekulan yang menahan dan menimbun barang pokok menjelang nataru. Kemudian meminta PD Pasar untuk menjadi distributor kebutuhan pokok seperti telur, gula, minyak goreng dan tepung sehingga saluran distribusi menjadi banyak dan tidak dimonopoli pengusaha tertentu.

“Sehingga dapat memotong mata rantai distribusi menjadi lebih pendek. Karena semakin panjang mata rantainya, membuat harga semakin mahal,” ucapnya.

Selanjutnya kata Naslindo, Pemprov Sumut meminta para produsen agar mengutamakan pemenuhan kebutuhan pasar di Sumut. Serta terakhir, menugaskan badan usaha milik daerah (BUMD) untuk melakukan perdagangan guna memenuhi beberapa komoditas yang masih defisit seperti bawang putih dan bawang merah dari luar Sumut, bekerja sama dengan petani di Brebes Jawa Barat.

Editor
: Nata

Tag: