jaringberita.com -
Gubernur Sumatera Utara (Sumut)
Edy Rahmayadi mengingatkan Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)
Sumut untuk terus menjaga persatuan di tengah umat.
Apalagi, kata dia, di tahun politik saat ini, perbedaan pandangan politik, profesi dan sebagainya harus dapat mengedepankan silaturahmi antarsesama.
"Saya hanya mengingatkan KAHMI untuk terus berpegang teguh pada Alquran dan Hadis dalam melaksanakan tugas kita masing-masing, meski berbeda partai, profesi dan lainya, namun kita harus tetap bersatu membangun negeri ini," ucapnya saat Halalbihalal MW KAHMI Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kamis (18/5/2023) malam.
Edy juga menyatakan, kontestasi demokrasi nantinya jangan sampai menimbulkan perpecahan antarsesama. Karena kontestasi demokrasi itu seharusnya menjadi upaya bersama untuk berjihad membangun negeri ini.
"Pastinya dari KAHMI ini nantinya akan mengikuti kontestasi demokrasi itu dari berbagai partai yang berbeda. Namun kita harus tetap menjaga silaturahmi dan persatuan, karena kontestasi demokrasi ini kita ikuti bertujuan untuk mengabdi dan berjihad membangun negeri yang kita cintai ini," katanya.
Senada, Presedium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, bahwa KAHMI ini dibentuk sebagài wadah silaturahmi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), untuk terus menjaga hubungan silaturahmi dan mempererat persatuan.
"Terutama dalam tahun politik tahun ini, saya ingatkan agar kita menjadi contoh di tengah umat dengan menjaga persatuan dan silaturahmi antara sesama dan terus menjaga keharmonisan di negara ini," katanya.
Sementara itu, Ketua MW KAHMI Sumut Rusdi Lubis menyampaikan dalam kegiatan halalbihalal ini dihadiri pengurus KAHMI dari 24 Kabupaten/kota di Sumut, yang didalamnya terdiri dari berbagai profesi di antaranya adalah politisi, akademisi serta lainnya.
"Harapan kita dalam pertemuan ini adalah untuk merapatkan barisan bersatu padu berjuang untuk kemakmuran umat. Saya harap KAHMI dapat memberikan keberkahan untuk agama dan negara," tandasnya.