jaringberita.com -
Gubernur Sumatera Utara (Sumut)
Edy Rahmayadi berharap, Hari
Kartini bisa dijadikan momentum bagi para
Kartini atau perempuan masa kini, untuk lebih siap menjawab dan menyelesaikan berbagai persoalan zaman.
Menurutnya, RA Kartini menyadari dan memperjuangkan berbagai persoalan yang ada pada masanya. Karena itu, para perempuan sekarang pun harus demikian, berperan menyelesaikan berbagai persoalan saat ini.
“Jadi Ibu Kartini sekarang ini harus ikuti zaman, banyak sekali tuntutan zaman, ada inflasi, ada persoalan cuaca panas yang mengancam hingga beberapa waktu ke depan,” katanya saat perayaan puncak Hari Kartini 2023 Provinsi Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Rabu (31/5/2023).
Lebih lanjut Edy mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan gerakan perempuan. Misalnya menyelesaikan persoalan inflasi dengan gerakan penanaman tanaman pertanian.
Edy mengaku percaya, banyak hal yang bisa dilakukan perempuan. Maka keterlibatan semua masyarakat tanpa kecuali sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan zaman.
“Perempuan harus hebat, inilah Kartini, Kartini ini bisa menghadapi tuntutan zaman,” ujar Edy.
Selain itu, Edy juga mengingatkan kaum ibu untuk bersiap menghadapi bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia di masa depan. Jangan sampai bonus demografi malah membebani negara. Maka peran ibu saat ini adalah mendidik anak sebaik-baiknya.
“Kita bonus demografi. Harus kita siapkan ini dari sekarang,” ucap Edy.
Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Nawal Lubis membacakan sejarah RA Kartini. Dikatakan Nawal, RA Kartini bercita-cita ingin melihat perempuan pribumi bisa menuntut ilmu serta persamaan hak.
Banyak pergerakan yang terinspirasi dari pemikirannya. Selain itu, berkat Kartini pula berdiri beberapa sekolah yang diberi nama Sekoah Kartini. Setelah wafat, pemikiran Kartini yang ada pada surat korespondensi dengan temannya dijadikan buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.