Hadi meminta warga untuk terus ikut memantau perkembangannya dilokalisasi. Rekan media, wartawan terus berpartisipasi menyuarakan lapak ini bila masih beropesi lagi.
Terkait info munculnya nama GSCS, yang kini menjabat sebagai Ketua PAC Ormas di Medan Denai, yang menjadi target Poldasu untuk ditangkap sebagai pemilik dan pengelola lapak, Hadi pun menyikapi dan menjawab tegas.
"Siapapun itu , pengelola dan pemilik kita target segera ditangkap. Kita tunggu ya hasil pemeriksaan sampai tuntas, kata Hadi.
Ketika penggrebekan dilakukan petugas Ditreskrimum Polda Sumut dan Brimob, warga ramai ramai mengucap syukur. Warga apresiasi penggrebekan ke sekian kalinya yang dilakukan Polisi.
Warga menyebut, penindakan Polda Sumut ini menjadi titik akhir lokalisasi basis judi dan narkoba jenis sabu terbesar yang ada di perbatasan Jalan Jermal 1 sampai 17 tersebut tutup total.
"Semoga penindakan Polda Sumut gabungan Brimob pada hari ini terkahir, lokasisasi Judi dan Sabu Jermal ini tutup selamaya. Kami sangat resah, anak anak, keluarga kami banyak menjadi pasien. Apalagi warga lainnya diluar wilayah kami. Ramai lah lokalisasi maksiat judi dan narkoba di lokasi yang sudah diportal penlmeilik dan pengelolanya,"ujar warga.
Selain itu warga menyebut nama pria GSselaku pemilik dan pengelola memiliki kaki tangan mengelola dan menjalankan praktik haram itu. Ada beberapa nama lain masuk daftar.
"Setahu kami, dan semua pasti tau. Masyarakat tau pasti itu lokalisasi punya pria bernama GS. Aparat polisi dan BNN pun tau nama besar dan sepak terjang Guntur,"tegas warga