Diduga Buntut Pemberitaan, Puluhan Preman Obrak-Abrik Rumah dan Aniaya Seorang Jurnalis


Diduga Buntut Pemberitaan, Puluhan Preman Obrak-Abrik Rumah dan Aniaya Seorang Jurnalis
Laporan korban

Adil sempat mengelak. Kepalan itu hanya mengenai tubuh-nya. Warga yang langsung ramai cuba menghadang aksi brutal pelaku lainnya.

“Eh, apa maksudmu. Orang mana kau. Jangan kau sok hebat di kampung kami ini ya. Ngancam – ngancam pulak kau. Sana pulang kalian sebelum diteriaki maling”, sebut warga.

Merasa aksinya dihalau dan sempat di videokan, para pelaku langsung mundur sembari melontarkan nada ancaman.

“Awas kou ya. Gara -gara engkau Turangku ngadi erdahin i kantor camat ah ndai. E maka siap – siap kou kubunuh”, ujar salah seorang pelaku sembari menunjuk ke arah Adil.

“Ayok – ayok. Kita dividiokan”, teriak pelaku lain, sembari berlari masuk ke dalam mobil Pajero Sport warna putih melaju ke arah Desa Talun Kenas,

Kepada wartawan Adil mengaku belum tau persis apa pemicu hingga diserang dan diancam bunuh. Namun, seingatnya, dia ada merilis sebuah pemberitaan dimuat di koran harian.

'Camat STM Hilir Diduga telah melakukan praktik KKN dengan menerbitkan SK tenaga honorer

yang notabenenya tenaga honorer dimaksud diduga memiliki dua tempat bekerja alias Double Job'

Penulis
: jrb
Editor
: jrb

Tag: