jaringberita.com - Peningkatan edukasi masyarakat mengenai kanker dianggap perlu dilakukan. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penambahan kasus kanker di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
"Mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatannya, melakukan perilaku hidup sehat sehari-hari, sehingga penyakit-penyakit seperti kanker ini tidak datang," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S Trinugroho pada Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) di Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (4/2/2023).
Selain itu, sambungnya, kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini kanker harus turut ditingkatkan
"Ini pun harus kita tingkatkan kesadaran masyarakat, jangan sampai sudah dalam kondisi parah baru berobat," katanya.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut Nawal Lubis pun mengharapkan masyarakat semakin sadar dengan penyakit kanker. Sehingga masyarakat bisa melakukan deteksi dini kanker pada dirinya. Menurutnya, penyakit kanker apabila dideteksi sejak awal akan mudah ditangani.
"Sehingga tidak membutuhkan pengobatan yang banyak dan waktu yang lama," ujarnya.
Nawal mengharapkan kegiatan World Cancer Day yang diselenggarakan YKI dapat menambah kesadaran masyarakat mengenai kanker. Sehingga masyarakat bisa melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit mengatakan hampir 70% kasus kanker ditemukan saat sudah stadium lanjut. Padahal apabila didiagnosis lebih awal, pasien bisa bertahan hidup lebih lama dibanding yang terlambat didiagnosis kanker.
Selain itu, biaya penanganan penyakit kanker sangat mahal. Penanganan kanker tahun 2021 dan 2022 di Indonesia memakan biaya sebesar Rp 3,5 triliun.
Dia menuturkan, Pemprov Sumut pun memiliki berbagai program pencegahan dan pengendalian kanker pada tahun 2022. Di antaranya melakukan deteksi dini kanker di kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan deteksi dini kanker di kabupaten/kota.
"Selain itu kampanye kanker juga akan terus digalakkan sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini," tandasnya.