jaringberita.com -Meski telah dimediasi dan pihak perusahaan siap membangun Kebun Plasma seluas 600 hektar untuk masyarakat, namun sikap dan penyataan Bupati Madina menuai kritikan.
Datangnya dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Singkuang (Ikapemas) yang menilai sikap dan pernyataan bupati kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi saat menggelar demo beberapa waktu lalu.
Pembina Ikapemas, Hapirbin Harahap MM, menyatakan kalau bupati belum memberikan keputusan yang tepat terhadap permasalahan Plasma Singkuang I atau KUD HSB.
Oleh karena itu, Hapirbin meminta masyarakat untuk mengawal persoalan hingga masyarakat mendapatkan haknya sesuai dengan tuntutan.
Ia juga sangat menyayangkan sikap bupati terkait persoalan ini. Sebagai pejabat nomor satu di Madina, kata Hapirbin tidakla elok berbicara dengan nada tinggi kepada masyarakat Singkuang I atau Anggota Plasma KUD HSB.
Seharusnya, tambah beliau, selaku pemimpin atau
Bupati Mandailing Natal, harus bisa memberikan keputusan yang tepat sehingga masyarakat/Anggota Plasma HSB bisa menerima dengan baik dan para pendemo pun bisa membubarkan diri dengan tenang dalam menjalankan ibadah puasa.
Senada dengan Hapirbin, Ketua Ikapemas Roinal Putra Nasution, menanggapi bahwa apa yang disampaikan oleh Bupati Madina sangat tidak memberikan keputusan atau kebijakan apa yang diminta terkait tuntutan masyarakat masalah Plasma HSB.
Roinal sangat menyayangkan seorang bupati malahan mengatakan lebih banyak urusan yang mau diurus dan mengatakan capek mengurus perkara Plasma HSB.
"Saya rasa tidak elok sebagai pemimpin atau Bupati Madina berbicara seperti itu, yang dulunya Bupati dipilih dari suara rakyat dan sekarang rakyatmu meminta kebijakan yang tepat,"sesalnya.
Begituhanya dengan Dandi Syaputra, selaku Sekjen Ikapemas sangat menyayangkan sikap Bupati Madina dan dinilai sangatla tidak etis dan dengan suara nada tinggi.
"Saya rasa seorang pemimpin apakah dengan suara nada tinggi bisa menyelesaikan masalah terkait tuntuan masyarakat Singkuang I,"tanya beliau menyesalkan.