35 Ribu Lebih Bayi di Indonesia Tertular Hepatitis, Dinkes Sumut Imbau Cegah dengan Imunisasi


35 Ribu Lebih Bayi di Indonesia Tertular Hepatitis, Dinkes Sumut Imbau Cegah dengan Imunisasi
istockphoto
Ilustrasi

Meski begitu, Alwi mengakui, bahwa sampai saat ini untuk hepatitis belum ada ditemukan obat yang spesifik untuk menyembuhkannya. Untuk itu dia kembali mengimbau kepada balita agar bisa mendapatkan vaksinasinya.

"Obat belum ada. Penyembuhan (harus) istirahat total (bed rest)," pungkasnya.

Terpisah, dalam keterangannya, Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menyampaikan secara umum, penularan hepatitis B, C, dan D terjadi secara vertikal langsung dari ibu ke anak, dari cairan tubuh (air ludah, cairan sperma) dan aktivitas seksual tidak aman, menggunakan tindik atau tato, maupun penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba.

''Penularan Hepatitis B dari secara vertikal Ibu ke anak menyumbang sebesar 90-95% dari seluruh sumber penularan lainnya,'' ujarnya.

Bayi yang terinfeksi hepatitis B kemungkinan untuk menjadi kronis dan sirosis berpotensi hingga 80%. Karenanya, pemberian vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat dapat menurunkan prevalensi hepatitis B.

"Tetapi masih terdapat permasalahan yang harus dihadapi yaitu risiko untuk menjadi sirosis dan hepatoma serta belum ada pengobatan yang efektif,'' jelasnya.

Editor
: Nata

Tag: