Memahami Edy Rahmayadi: Tegas dan Tak Pandai Basa-Basi


Memahami Edy Rahmayadi: Tegas dan Tak Pandai Basa-Basi
jaringberita.com -Pekan lalu, dalam sebuah kesempatan saya bertemu dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Awalnya, pertemuan tersebut diinisiasi Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Sumut, H Rahudman Harahap. Kami kemudian berdiskusi terkait beberapa hal, diantaranya soal Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut pada September 2023. Selain itu, tentunya ada beberapa hal lain yang kami diskusikan.

Seingat saya, selama empat tahun menjadi Gubernur Sumut, saya bertemu beliau 2 kali. Jadi ini pertemuan ketiga. Pertemuan pertama saya bertemu ketika pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah atau disebut Eramas mendaftar ke KPU Sumut. Kedua, ketika debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang diselenggarakan KPU Sumut di salah satu hotel di Medan. Kedua pertemuan itu membawa kesan pada saya bahwa Pak Edy merupakan sosok yang tegas dan tidak pandai berbasa-basi.

Selama menjadi Gubernur Sumut, Pak Edy menurut saya terus belajar menjadi seorang sipil. Karakter tentara yang melekat padanya memang mustahil hilang. Maklum saja, Pak Edy tak mengalami fase peralihan dari pejabat militer menjadi pejabat sipil. Usai menyatakan pensiun sebagai TNI, Pak Edy langsung maju di Pilgubsu 2018. Takdir kemudian menuliskan bahwa ia terpilih sebagai Gubernur Sumut ke-18.

Diskusi bersama Pak Edy dan Pak Rahudman Harahap, membekas kesan pembenaran bahwa ia bukan sosok yang suka basa-basi. Pak Edy juga bukan seorang yang pandai berseloroh. Saya mendapati terkadang candaan yang dimaksudnya tak diterima dengan baik oleh pendengar. Tentunya, bukan berarti ia tak punya sense of humor. Namun ini hanya soal penyampaian.

Bicara beberapa hal terkait legacy-nya sebagai Gubernur Sumut, Pak Edy banyak bercerita soal berbagai kegiatannya selama ini. Selama sepekan, saya memperhatikan, jadwalnya full booked. Bahkan ketika ia harus menjalani puasa sunnah Senin-Kamis, Gubernur Sumut ini tetap beraktivitas seperti biasa. Ia tetap menghadiri berbagai acara dari sosial, keagamaan hingga kegiatan partai politik (parpol) sesuai jadwal. Teman saya, seorang sekretaris parpol di Sumut bilang Gubernur Sumut itu tak pernah absen jika diundang partainya. Dia mengapresiasi vitalitas Sang Gubernur ini.

Dalam perbincangan dengan Pak Edy, saya mencermati kalimat-kalimatnya soal legacy (warisan). Slogan Sumut Bermartabat yang dicanangkannya, merupakan legacy yang harus dijaga. "Jadi ini bukan soal saya jadi Gubernur Sumut lagi atau tidak nanti. Tapi, Sumut Bermartabat ini harus terwujud," katanya dengan tegas.

Begitulah, Pak Edy memang punya gaya dan kekhasan dalam menyampaikan pesannya. Walau memang tak semua orang memahami. Pasalnya, pesan Pak Edy seringkali disampaikan dengan tanda seru diujungnya. Hehehe...

Aulia Andri, Anggota Bawaslu Sumut 2013-2018

Penulis
: reporter_medan
Editor
: reporter_medan

Tag: