Tuh Kan, DPR Nggak Berani Garap Bosnya


Tuh Kan, DPR Nggak Berani Garap Bosnya
Saat aksi demo puan rayakan hut

Dia pun mengungkapkan, tentang aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM di depan gedung parlemen yang bertepatan dengan rapat paripurna pada Selasa (6/9) lalu yang juga dipersoalkan pelapor Puan. Pada dasarnya DPR terbuka untuk bertemu dengan para demonstran, tapi para demonstran yang tidak berkenan menemui anggota dewan.

“Ini kan dikaitkan dengan demonstran di depan pagar. Padahal kita jelas, setiap ada demonstran, kami ini selalu siap menerima, tetapi demonstrannya belum tentu mau masuk begitu lho,” imbuhnya.

Lalu apa kata Joko terkait putusan MKD? Dia merasa ada yang janggal. Contoh sederhananya, persidangan itu harus menghadirkan pelapor dan terlapor. Sementara saat MKD menggelar sidang, Joko tidak diundang. Sehingga, ia menganggap putusan itu tidak sah.

Mendengar putusan ini, netizen tidak kaget. “Gue bilang ape, percuma,” cetus @GelapPuisi. “Partai penguasa mah bebas ngapain saja. Kira-kira begitulah pendapat mereka,” cuit @amiruddinmarewa. “Circle dilawan. Mana bisa,” sahut @fun_taste_tic. “Biarkan saja mereka bertingkah sesuka hati. Kita tunggu saja di pengadilan akhirat orang-orang itu,” pesan @RD2675.

“MKD takut, kue ultah yang diterima, diminta ganti oleh Puan,” sindir @YudhiDharmawa14. “Alasannya beliau mau maju capres. Jadi butuh imej bagus,” kata @hanifrizqi. “Alasan sampah, ultah di paripurna, sementara rakyat menjerit tingginya harga kebutuhan hidup akibat BBM naik. Slogan partainya wong licik, bukan wong cilik,” pungkas @kokokok98162398.


Tag: