Moeldoko Pamer Data


Moeldoko Pamer Data
Moeldoko

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah tidak heran dengan aksi Moeldoko ini. Dia melihat, Moeldoko memang di-setting sebagai penggawa untuk melawan Demokrat. Apalagi, Moeldoko pernah berupaya mengambil alih Demokrat, meski gagal.

"Moeldoko sudah memiliki kecocokan bahwa simbol anti Demokrat itu ada di dia sebagai representasi dari kelompok Istana. Meski sebetulnya ini tidak bijak, karena Moeldoko sama sekali tidak merepresentasikan musuh politik bagi Demokrat," ucap Dedi.

Dia menerangkan, Moeldoko sebetulnya masuk sebagai tokoh profesional di Istana. Sehingga, sangat disayangkan ketika lulusan akademi militer tahun 1981 itu, tetap dimajukan untuk menyerang Demokrat.

Di lansir RM.id, di dunia maya mulai ribut-ribut soal perbandingan pembangunan infrastruktur ini menjadi topik hangat yang dibahas warganet. Ada yang berusaha netral, ada yang mendukung mati-matian, ada juga yang menyerang habis.

Akun @amar_mz berusaha netral. Dia menganggap, topik perdebatan perbandingan pembangunan infrastruktur tidak beririsan langsung dengan masyarakat. "Iya. Cuma infrastruktur, unfaedah bagi rakyat," katanya.

Sementara, akun @Darisrizal06 tidak mau pusing dengan “perang” tersebut. "Perbandingan rezim itu hal biasa. Kalau ada yang nggak suka, berarti ada keburukan yang ingin disembunyikan," tulisnya.

Akun @diadiriadi1 terlihat mendukung Moeldoko. "KSP tugasnya counter hoaks si turun gunung," cuitnya. "Saya lihat AHY dan Partai Demokratnya sudah panik duluan. Maklumlah masih belum dewasa di dunia politik," sahut @OkiRusman.

Sedangkan akun @ngunduhguyub membela AHY. "Fokus saja bekerja untuk negara dan bangsa. Biarkan yang muda tumbuh sesuai kemampuan berpolitiknya masing-masing. Rakyat yang menilai," tulisnya.


Tag: