Gus Yahya, sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf, menunjukkan keseriusan organisasi yang melayani lebih dari 120 juta anggotanya, untuk belajar dari pengalaman Kementerian Urusan Islam Arab Saudi, dalam menyebarkan moderasi beragama. Serta memerangi ekstremisme dan terorisme.
Dia juga menyampaikan kebanggaannya atas upaya yang dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan di bawah kepemimpinan Syekh Abdul Lathif bin Abdul Azizi Al-Sheikh dalam menyebarkan moderasi dan memerangi ekstremisme.
KH Yahya Cholil Staquf menekankan, pidato yang disampaikan oleh Syekh Abdul Lathif bin Abdul Azizi Al-Sheikh pada Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional sangat penting untuk mencapai perdamaian dan kerukunan, menyebarkan budaya hidup berdampingan secara damai dan menolak kekerasan.
Gus Yahya juga memuji upaya yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi dalam melayani seluruh umat manusia.
Dalam pernyataan persnya seusai pertemuan tersebut, Gus Yahya menilai, Kerajaan Arab Saudi adalah negara terpenting di dunia Islam saat ini. Terutama, untuk melihat hal-hal positif yang didedikasikan kerajaan untuk masyarakat dunia.
"Karena itu, Nahdlatul Ulama tertarik untuk menjalin kerja sama positif dan konstruktif dengan pemerintah Arab Saudi untuk kebaikan rakyat Indonesia," tutur Gus Yahya.
Terkait topik pembicaraan dalam Kongres Pemimpin Dunia, Gus Yahya mengatakan, apa yang sudah dijelaskan dalam kongres merupakan cita-cita semua bangsa dan negara yang memiliki niat baik yang sama.
"Kesimpulan yang telah dihasilkan Kongres itu, perlu diadopsi dan diikuti oleh mereka untuk hidup di dunia yang damai dan beradab," ucapnya.
Ketua Umum PBNU itu menekankan, kelompok-kelompok fanatik, teroris dan ekstremis tidak hanya terbatas pada masyarakat muslim dan dunia Islam. Tetapi juga meluas ke seluruh umat manusia dan dunia.
Menurutnya, seperti dilansir dari RM.id, setiap orang memiliki tanggung jawab bersama, untuk mencari solusi yang diperlukan dalam menyelesaikan fenomena ini.
"Dari sini, NU serius bekerja sama dengan Kementerian Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi untuk mencapai konsensus mengembangkan masa depan yang lebih baik antara komunitas muslim. Serta masyarakat dan negara-negara di dunia, melalui solusi-solusi substansial dan berkelanjutan, terhadap berbagai permasalahan terorisme dan ekstremisme." tutupnya.