Dilansir RM.id, kalau pria kelahiran Desa Sukadana, Kalimantan Barat (Kalbar) ini menuturkan, para perantau Minang, Bugis, Kalbar dan seluruhnya, harus bisa merasakan kemakmuran lewat hadirnya Gebu Minang di tiap daerah.
“Saya ini perantau, saya lahir di Kalimantan Barat, Sukadana. Saya turunan Bugis, ibu saya asal Sumbar, Minangkabau. Harapan saya, menciptakan kemakmuran masyarakat Minang, Kalimantan Barat hingga masyarakat keseluruhannya. Pesan saya yang terpenting adalah, membangun Indonesia lebih baik lagi. Kita harus terus bersatu, jangan ada perbedaan, jangan merasa lebih pintar, sambil terus mencintai bangsa Indonesia,” tutup OSO.
Sementara itu, dalam pidatonya, Tito Karnavian mengaku kagum dengan daya juang orang Minang.
“Saya juga kagum dengan masyarakat Minang yang jago dagang, rumah makan Padang ada di mana-mana, dari NTT sampai gunung-gunung di Papua. Bukan hanya itu, saya pernah ke luar negeri rumah makan Padang ada di sana,” ujarnya.
Tito pun mengajak Gebu Minang selain menjadi motor diaspora di nasional, juga membangun jaringan diaspora di luar negeri. Jaringan diaspora di Indonesia luar negeri harus lebih berkualitas. Jangan hanya pekerja bawah. Tito mencontohkan diaspora China, India, Jepang, dan Israel.
“Kalau pergi ke Silicon Valley, isinya orang India, Israel, dan China. Saya juga meminta, Gebu Minang Jangan sampai terjebak pada primordialisme yang bersifat eksklusif,” tandasnya.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar berharap Gebu Minang menjadi kumpulan orang yang bermanfaat. “Ikatan lahir batin dan persaudaraan antara anggota diharap semakin erat dan semakin bermanfaat untuk sesama,” harapnya.