Daripada Duet Prabowo-Jokowi, Rakyat Pilih Ganjar-Anies Lho!


Daripada Duet Prabowo-Jokowi, Rakyat Pilih Ganjar-Anies Lho!
Anies Baswedan dan Ganjar

Dalam analisa dosen Ilmu Politik Universitas Bung Karno, Jakarta ini, Prabowo dan Jokowi memiliki basis segmen pemilih dengan ceruk berbeda. Diperlukan cara menyatukan basis dukungan mereka yang dahulu sempat terbelah di Pilpres 2019. Terpolarisasi dengan istilah kampret versus cebong.

"Konsekuensi dampak kerusakannya nyata terhadap tatanan politik kebangsaan. Menggoreng politik identitas menjadi komoditas politik dan polarisasi isu yang terbukti merobek tenun kebangsaan Indonesia raya,” geregetnya.

Menurutnya, wacana duet Prabowo-Jokowi merupakan bentuk keputusasaan harapan dan ketidakberdayaan meyakinkan masyarakat ihwal wacana masa jabatan Presiden tiga periode yang mendapatkan perlawanan keras dari rakyat.

Pangi menduga, wacana Presiden tiga periode hingga menjadikan Jokowi sebagai Cawapresnya Prabowo merupakan rangkaian testing the water atau uji publik agar Jokowi kembali berkuasa di Pemerintahan. “Mungkin kaum oligarki yang sedang menikmati kue kekuasaan belum siap pesta mereka akan usai,” ucapnya.

Menjadikan Jokowi sebagai cawapres 2024 mendapatkan angin segar karena dianggap tidak menabrak Undang-Undang dan konstitusi. Apalagi, ada omongan dari Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) yang menilai itu tidak terbentur regulasi.


Tag: