Kader Demokrat daerah juga girang banget dengan duet ini. Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono.
Dia bilang, mengakui memang kadernya di ibu kota ingin duet ini terwujud di Pilpres 2024. “Aspirasi masyarakat DKI Jakarta, khususnya kader Demokrat, pengennya Mas Anies sama Mas Ketum AHY,” kata Mujiyono.
Akan tetapi, duet Anies-AHY jelas wewenang DPP dan koalisi. Makanya, DPD Demokrat masih menunggu kepastian Ketum AHY memfinalkan Poros NasDem, Demokrat, dan PKS.
"Soal ini juga keputusan majelis tinggi, Pak SBY. Yang jelas, kalau duet ini jadi, Demokrat DKI Jakarta siap all out memenangkannya di ibu kota,” janjinya.
Seperti diketahui, Anies dan AHY ketemu di sebuah kawinan seorang politisi di Jakarta, akhir pekan lalu. Tak hanya berdua, mereka juga makan bareng Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan Syaikhu.
Anies mengaku, dalam pertemuan yang monumental ini membahas banyak hal. “Jadi ngobrolnya ngobrol resepsi. Kumpul di situ kemudian ngalorngidul. (Tapi) kalau soal Pilpres, tanya sama parpol,” kata Anies usai memimpin upacara peringatan ke-77 Rapat Ikada di Monas, Jakarta, Senin (19/9).
Bagaimana tanggapan pengamat dengan duet ini? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opi nion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menilai, duet Anies-AHY bisa terwujud.
Kata Dedi, seperti dilansir dari RM.id, tiga partai Poros Gondangdia sudah cukup memenuhi syarat Parliamentary Threshold 20 persen. Ketiganya juga tampak solid tergambar dalam pertemuan elite di berbagai kesempatan. Termasuk, saat kondangan kemarin. Apalagi ada simbol JK dalam pertemuan itu.
“Duet ini potensial menjadi lawan berat pasangan lain. Anies elektabilitasnya sedang tinggi. Capaian kinerjanya bisa dijual. Di tambah AHY, keduanya mewakili sosok milenial. Pemilih oposisi plus pemilih muda. Belum segmen pemilih intelektual dan militer,” kata Dedi.