Aktivis 98 Sebut Kasus Ferdy Sambo Bisa Berimbas ke Pemilu 2024


Aktivis 98 Sebut Kasus Ferdy Sambo Bisa Berimbas ke Pemilu 2024
Ketua Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 Sahat Simatupang

Hal kedua yang bisa membuat Pemilu dan Pilpres 2024 terganggu, diluar persidangan kematian Brigadir Yosua, kata Sahat, dampak info grafis konsorsium judi atau grafik bisnis judi (303) yang beredar luas dimasyarakat juga akan menurunkan kepercayaan kepada Polri dalam menjalankan pengamanan Pemilu/Pilpres 2024.

Apalagi, ujar Sahat, nama - nama yang disebut dalam info grafis 'Kaisar Sambo' dan 'Konsorsium 303 Sumatera Utara' adalah perwira tinggi yang saat ini menduduki jabatan penting di Polri.

"Sepanjang tidak ada bantahan dari petinggi Polri terlebih para perwira yang namanyana ada dalam info grafis tersebut menyatakan info itu tidak benar, maka sepanjang itu pula publik terpengaruh kepada info grafis tersebut. Apalagi Kapolri memerintahkan pemberantasan judi darat maupun online setelah info grafis itu muncul. Ajaibnya Polda, Polres bahkan Polsek dalam waktu singkat mengetahui lokasi perjudian dan menggerebeknya," ujar Sahat.

Jika melihat waktu kemunculan info grafis konsorsium 303 itu di media sosial, itu artinya, sambung Sahat, info grafis tersebut tersebar setelah kematian Brigadir Yosua.

"Artinya sebelum bahkan mungkin jauh sebelum kematian Brigadir Yosua, rumah - rumah judi itu sudah beroperasi. Karena itu kami sarankan Kapolri merotasi nama - nama perwira yang ada dalam info grafis itu agar publik percaya kepada Polri dalam menjalankan agenda besar Pemilu dan Pilpres 2024. Ganti dengan perwira yang bersih. Masih banyak perwira Polri yang bersih." ujar Sahat.

Apalagi dalam info grafis tersebut, ujar Sahat, disebut uang setoran judi untuk mendukung calon presiden potensial 2024.

"Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Sigit tolong memperhatikan. Ini sangat rawan menjadi sumbu pemicu ledakan saat Pemilu dan Pilpres 2024. Sebaiknya nama - nama perwira yang ada dalam info grafis konsorsium judi diganti sebelum terlambat atau Kapolri umumkan bahwa info grafis tersebut tidak benar dan Polri tidak dalam posisi dukung mendukung calon presiden 2024," ujar eks Direktorat Relawan Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf Amin ini.

Penulis
: net
Editor
: Dedi

Tag: