Rabu, 07 Oktober 2026

Tarif Ojol Naik, Pengamat: Masyarakat Diprediksi Beralih Ke Motor Pribadi

- Minggu, 11 September 2022 20:00 WIB
Tarif Ojol Naik, Pengamat: Masyarakat Diprediksi Beralih Ke Motor Pribadi
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com - Jakarta: Pengamat transportasi dan tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai kenaikan tarif ojek online (ojol) diprediksi membuat banyak pengguna ojol beralih menggunakan sepeda motor pribadinya. Menurutnya, kelebihan utama sepeda motor adalah penggunaan BBM yang hemat.


"Orang akan lebih banyak pindah ke sepeda motor, karena sepeda motor itu luar biasa. Motor baru itu, untuk setiap satuliternya ada yang bisa (mencapai jarak) 62 km," katanya dalam rilis survei nasional Polling Institute bertajuk Kenaikan Tarif Ojek Online di Mata Pengguna dan Pengemudi secara daring di Jakarta, Minggu (11/9/2022).


Yayat mencatat jika penggunaan satu liter BBM bisa untuk jarak 40 km, maka bisa dibandingkan berapa besar efisiensi yang bisa dilakukan pelaju dengan menggunakan angkutan umum atau ojol.

Baca Juga:


"Makanya, kalau survei mengatakan bahwa kemungkinan besar orang akan pindah ke sepeda motor, benar. Karena kekuatan motor adalah pada super hematnya dalam konteks penggunaan energi dengan jarak yang ditempuh," imbuhnya.


Dalam simulasi yang dilakukan Yayat, dalam satu liter BBM bisa digunakan selama dua hari PP untuk jarak tempuh sekitar 10 km. Padahal biaya yang sama jika digunakan untuk angkutan umum atau ojol, hanya bisa digunakan untuk sekali perjalanan.

Baca Juga:


Ia juga mencontohkan, jika jarak rumahnya ke stasiun sejauh sembilan km dengan tarifnya Rp24 ribu, maka perjalanan PP sudah menghabiskan Rp50 ribu. Biaya tersebut, jika dikonversi dengan naik motor, totalnya bisa mencapai jarak tempuh 200-300 km untuk BBM jenisPertalite.


"Jarak tempuh dekat, tapi mahal dengan naik angkot dan ojol kemungkinan besar akan membuat orang mau berpindah (ke motor pribadi) karena menghematluar biasa. Kenapa? Karena gaji tidak naik, kalau gaji naik tidak apa-apa, tapi gaji tidak naik, BLT tidak cukup," imbuhnya.


Yayat juga menyoroti kenaikan tarif ojol akan cukup membebani rumah tangga karena banyak anak sekolah atau pelajar yang menggunakan jasa ojek online. Sayangnya, pelajar adalah kelompok yang tidak memiliki penghasilan sehingga beban tersebut akan kembali ke orang tua atau kepala rumah tangga.

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Aksi Humanis Srikandi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Semarakkan Hari Buruh
Aksi Humanis Srikandi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Semarakkan Hari Buruh
Pengemudi Ojol Cabuli Penumpang Siswi SMP
Hari ke-8 Operasi Keselamatan Toba, Polisi Sambangi Komunitas Ojol
Viral, Driver Ojol Duel Satu Lawan Satu dengan Petugas Dishub
Tidak Ditahan, Driver Ojol Ngaku Dibegal Hanya Dikenakan Wajib Lapor
komentar
beritaTerbaru