2. Beer belly
Jenis perut buncit berikutnya adalah beer belly. Perut buncit ini umumnya disebabkan oleh asupan minuman beralkohol.
Kandungan alkohol pada bir atau wine umumnya menyebabkan akumulasi lemak visceral, yang menempel di dinding perut sehingga membuat lemak yang tersimpan tak punya banyak ruang untuk bergerak.
Dari semua jenis lemak, lemak visceral adalah lemak terburuk karena letaknya sangat dekat dengan organ penting.
Cara terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan mengurangi asupan alkohol dalam jangka panjang.
3. Hormonal belly
Perubahan mendadak terhadap fisik, yang muncul bukan dari pola makan buruk dan kurang olahraga, merupakan masalah hormonal. Masalah ini kemungkinan dapat muncul di perut.
Resistensi insulin membutuhkan diet khusus dengan cara mengurangi asupan karbohidrat serta keseimbangan protein dan lemak untuk penurunan berat badan berkelanjutan.
Dalam beberapa kasus, obat mungkin diperlukan untuk membantu menurunkan kadar insulin dan menginduksi kehilangan lemak.
4. Stress belly
Timbulnya lemak yang menumpuk di sekitar bagian atas perut dapat disebabkan oleh stres. Kurang tidur bersama dengan pola makan yang buruk dan kurang olahraga dapat mengakibatkan peningkatan lemak visceral.
Jenis penyimpanan lemak ini menunjukkan bahwa gaya hidup Anda membutuhkan lebih banyak keseimbangan. Pasalnya, tubuh Anda menyimpan lemak di tempat yang tidak seharusnya. Lebih banyak latihan kardio akan membantu, seperti halnya lebih banyak tidur, relaksasi, dan keseimbangan gaya hidup.
5. Mummy tummy
Kebanyakan wanita yang telah dikaruniai anak sadar bahwa perut mereka tak sekencang dulu. Mulai dari kendur pada kulit hingga kantung lemak yang signifikan.
Kabar baiknya, jenis perut buncit yang berasal dari lemak subkutan ini tidak berbahaya. Masalah yang timbul hanya menyoal penampilan atau estetika, bukan perkara kesehatan.
Untuk mengatasinya, kurangi asupan karbohidrat dan lanjutkan latihan intensitas tinggi secara teratur.