Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi Ikappi Ahmad Choirul Furqon mengatakan, stok pangan yang tersedia sebagian besar ada di daerah sentra produksi, untuk kemudian didistribusikan ke daerah konsumen.
Untuk itu, BBM menjadi salah satu komponen penting dalam penentuan harga pangan di tingkat hilir.
Terkait stok, hingga saat ini masih belum terlihat langka. Namun, apabila terjadi kelangkaan, tentu dampaknya sangat buruk bagi pedagang.
Untuk itu, Ikappi berharap, Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah provinsi atau kabupaten/ kota, memastikan stok pangan tetap aman.
“Jangan sampai menunggu pasar gaduh, baru bingung soal penanganan. Lebih baik Pemerintah melakukan tindakan preventif. Ini akan lebih baik dibandingkan penanganan dampak dari sesuatu yang telah terjadi,” tegas Furqon.
Berbeda dengan pedagang, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklaim, harga barang kebutuhan pokok, khususnya pangan masih terpantau stabil. Meski harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan.
Hal ini disampaikan Zulhas saat memantau harga pangan di Pasar Gede. “Kenaikan BBM subsidi belum mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok yang masih stabil,” ujarnya.
Menurutnya, Presiden Jokowi juga telah memerintahkan kepada kepala daerah untuk membantu biaya transportasi menuju daerah masing-masing.
“Jika harga barang kebutuhan pokok beranjak naik, maka Pemerintah Daerah membantu biaya transportasi. Untuk itu, harga barang kebutuhan pokok harus dipantau terus karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelasnya.