Baca !! Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua Aman


Baca !! Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua Aman
Direktur Utama Taspen A.N.S. Kosasih (duduk di depan) saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR-RI

jaringberita.com -Senayan mengapresiasi kinerja PT Taspen (Persero) dalam mengelola investasi. Sebab, di tengah kondisi sulit, aset perusahaan pelat merah itu tetap tumbuh.

Direktur Utama Taspen A.N.S. Kosasih mengatakan, sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua, dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara, pihaknya memiliki kewajiban mutlak untuk mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Prinsip tersebut menjadi acuan kami dalam melaksanakan investasi dan pengelolaan bisnis,” ujar Kosasih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya selalu memberikan laporan pengelolaan dana investasi kepada Kementerian BUMN, Kemenkeu dan OJK secara periodik. Serta diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Seluruh kinerja Taspen, khususnya di bidang pengelolaan investasi dan operasional, senantiasa dilakukan audit oleh BPK,” tegasnya.

Beberapa hal yang diaudit antara lain sistem pengelolaan Program Pensiun, Program Asuransi seperti Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM). Serta investasi, pendapatan dan biaya operasional.

Berdasarkan hasil audit tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021 seperti dilansir dari RM.id, BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan seluruh investasi dan program Taspen telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan internal dan perjanjian kerja sama dalam semua hal yang material.

“Tidak pernah ditemukan kerugian negara akibat kegiatan investasi dan bisnis PT Taspen,” ucapnya.

Saat ini sebesar 72,89 persen portofolio investasi Taspen berupa instrumen obligasi dan sukuk, yang sebagian besar merupakan obligasi dan sukuk negara Republik Indonesia.

Lalu, sebesar 12,21 persen ditempatkan di deposito Bank BUMN dan BPD (Bank Pembangunan Daerah) berskala besar.

Selain itu, sebesar 8,10 persen ditempatkan dalam reksadana yang tercatat di OJK. Serta sebanyak 4,60 persen berada di instrumen saham BUMN dan blue chip yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Sisanya, sebesar 2,20 persen ditempatkan sebagai modal di anak perusahaan atau afiliasi Taspen,” katanya.

Ke depan, perseroan akan terus menjalankan penerapkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) guna memberikan imbal hasil investasi yang maksimal, melalui penerapan sistem operasional perusahaan yang transparan.

Tak hanya soal pengelolaan investasi, sambung Kosasih, perseroan berkomitmen terus fokus menghadirkan inovasi layanan yang memberikan kemudahan bagi peserta. Dengan begitu, pihaknya bisa menghasilkan manfaat yang maksimal.

Bahkan selama masa pandemi, perseroan tetap mengedepankan kenyamanan dan keselamatan peserta dengan menerapkan layanan digital, berupa Taspen Pesona (Tanggap Andal Selamatkan Pensiunan dengan Pelayanan Bebas Corona).

“Ini merupakan layanan berbasis daring (dalam jaringan) yang meliputi TOOS (Taspen Onehour Online Service), layanan E-Klaim, Taspen Care, dan Otentikasi Digital,” jelasnya.

Ia berharap, berbagai layanan itu dapat menjadi pedoman bagi Taspen untuk menjamin kesejahteraan masa depan para peserta ASN dan pensiunan ASN.

Menurut Kosasih, komitmen Taspen juga dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan meraih beberapa penghargaan hingga Agustus 2022.

Di antaranya, The Most Promising Company in Marketing 3.0, Corporate Reputation Awards in Mandatory Insurance Company, The Best Sustainable Development Goals Program Implementation, dan penghargaan lainnya.

“Sebagai perusahaan yang mengelola dana tabungan dan asuransi pegawai negeri, kami turut berperan aktif dalam kesejahteraan sosial, khususnya bagi ASN di Indonesia,” akunya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza mengapresiasi kinerja Taspen.

“Kami mengapresiasi, capaian kinerja Taspen yang asetnya tetap tumbuh secara konsisten dan tetap mampu membukukan laba di tengah krisis yang melanda perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Komisi VI DPR juga mengapresiasi pengelolaan investasi dan operasional Taspen, yang hingga saat ini telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Dia meminta, ke depan, Taspen harus terus menerapkan good corporate governance secara konsisten.

Ia menilai, hal itu tentunya bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berharap, Taspen terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan, agar semakin mampu memaksimalkan pelayanan kepada para peserta melalui beragam program inovasi,” pungkasnya.


Tag: