Pengamat Ekonomi Nilai F1 Fowerbood Dongkrak Hunian Hotel di Kota Medan


Pengamat Ekonomi Nilai F1 Fowerbood Dongkrak  Hunian Hotel di Kota Medan
Gunawan Benjamin
jaringberita.com -Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin menilai, pagelaran F1H20 mampu mendongkrak aktifitas ekonomi bukan hanya di sekitar wilayah Danau Toba, namun juga mampu mendongkrak tingkat hunian hotel di Kota Medan.

Dari hasil survey dilapangan, tingkat hunian hotel berbintang mengalami pemulihan dibandingkan dengan bulan januari kemarin. Ini menjadi indikasi membaiknya sektor perhotelan dan pariwisata di wilayah SUMUT.

Namun, peningkatan tersebut dikuatirkan hanya berlangsung sesaat. Setelah pagelaran usai, maka akan ada pembalikan dimana permintaan jasa penginapan atau pariwisata secara keseluruhan berbalik mengalami penurunan.

Di kuartal keempat tahun 2022 kemarin, data BPS menunjukan kinerja sejumlah lapangan usaha bergerak negatif secara kuartalan.

Di kuartal pertama tahun 2023 ini, sejumlah lapangan usaha seperti penyedia jasa akomodasi makan dan minum, serta lapangan usaha transportasi dan pergudangan masih berpeluang untuk tumbuh meskipun sedikit mengalami perlambatan atau turun.

Sementara untuk sektor informasi dan komunikasi masih berpeluang untuk tetap tumbuh di kuartal ini.

Sementara itu secara kuartalan di awal tahun ini, industri pengolahan (proyeksi tumbuh -0.05% hingga 0.05%), sektor pertanian kehutanan dan perikanan (proyeksi tumbuh -0.03 hingga 0.01%), perdagangan reparasi mobil dan motor (tumbuh sekitar 0.01%), sejauh ini masih bergerak stagnan dengan kecenderungan mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu. Untuk lapangan usaha konstruksi, diperkirakan tumbuh negatif di kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dan sejumlah lapangan usaha lainnya berpeluang bergerak melandai. Untuk itu pertumbuhan ekonomi perlu didorong dari sisi pengeluaran pemerintah. Kalau dari sisi pengeluaran atau belanja masyarakat, ini kecenderungan bergerak stagnan bahkan dengan kecenderungan melemah dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Kecuali ada dorongan daya beli yang dikendalikan lewat skema bantuan sosial.

Dan dari sisi pengeluaran, kuartal pertama tahun ini menjadi tolak ukur untuk melihat pertumbuhan ekonomi hingga tutup tahun nantinya. Sejauh ini inflasi di banyak Negara atau bahkan di SUMUT sekalipun masih bertahan tinggi. Dan dari sisi pendapatan yang bisa tercermin dari harga komoditas unggulan SUMUT seperti sawit, karet, kopi cenderung mengalami penurunan sejak kuartal ketiga tahun lalu. Kecuali kakao yang harganya membaik sejak tahun lalu.

Tetapi dominasi sawit cukup besar di wilayah SUMUT. Dan harganya mendatar dikuartal pertama 2023 ini dibandingkan dengan kuartal keempat tahun sebelumnya. Yang tentunya menekan daya beli masyarakat SUMUT, khususnya masyarakat yang masuk dalam sektor ekonomi pertanian.

Penulis
: Ded

Tag: