jaringberita.com -Hujan kartu kuning dan satu kartu merah ikut mewarnai duel emosi antara AC Milan versus Chelsea pada laga lanjutan fase Grup E Liga Champions, di Stadion San Siro, dini hari kemarin.
Rossoneri - julukan AC Milan, gagal menuntaskan dendamnya, setelah takluk 0-2 atas Chelsea. Di laga sebelumnya, The Blues - julukan Chelsea, juga menang 3-0 di Stamford Bridge, pekan lalu.
Sayang, aroma dendam dan tuah San Siro tampaknya belum berpihak kepada tuan rumah.Petaka datang untuk Milan ketika mereka terpaksa bermain dengan 10 pemain, setelah Fikayo Tomori diusir wasit karena kartu merah, usai melanggar Mason Mount di kotak penalti.
Tomori merupakan pemain Inggris pertama yang mendapat kartu merah dalam pertandingan Liga Champions melawan tim Inggris. Jorginho, yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Gelandang asal Italia itu sukses membawa Chelsea unggul 1-0 atas AC Milan. Tertinggal satu gol, Milan mencoba merespon, namun setiap peluang yang tercipta gagal menghadirkan gol.
Sebaliknya, Chelsea berhasil menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Pierre Emerick Aubameyang.
Penyerang berusia 33 tahun itu sukses menceploskan bola ke gawang Milan usai memanfaatkan kelengahan pemain belakang The Blues.
Skor 2-0 bertahan hingga interval pertama usai. Setelah keluar dari ruang ganti, permainan Milan belum berubah. Rossoneri masih berada di bawah tekanan.
Atas hasil ini, Chelsea memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan memimpin puncak klasemen. The Blues unggul satu poin atas Salzburg. Dua kekalahan beruntun membuat AC Milan menduduki peringkat ketiga.
Anak-anak asuhan Stefano Pioli itu hanya tertinggal dua poin dari Salzburg, dan nasib mereka akan ditentukan di dua laga terakhir, di kandang Dinamo Zagreb dan Salzburg.
Duel keduanya bertensi panas. Terbukti sepanjang pertandingan wasit Daniel Siebert terpaksa mengeluarkan sembilan kartu kuning, yakni untuk AC Milan sebanyak 6 kartu kuning, dan untuk Chelsea sebanyak 3 kartu, dengan satu kartu merah untuk Rossoneri.
Usai duel, Stefano Pioli menyebut, kartu merah yang diberikan wasit kepada pemainnya Tomori, menjadi awal mala petaka bagi Rossoneri.
“Permainan dimulai dan terasa bahwa kami akan bisa memainkan permainan yang bagus. Kemudian, penalti dan kartu merah mengubah segalanya, Chelsea tidak perlu bermain dalam keunggulan jumlah (pemain),” tutur Pioli.
Sedangkan Pelatih Chelsea, Graham Potter mengakui, berduel dengan raksasa Italia sekelas AC Milan, bukanlah persoalan mudah.
“Untuk datang ke sini dan meraih kemenangan tentu tidak mudah. Penghargaan untuk para pemain, saya pikir mereka sangat bagus,” tutur Graham Potter.
Potter meluapkan pujian dan apresiasi pada anak asuhnya seperti dilansir RM.id. Senang bisa pulang dengan clean sheet dan pulang dengan kemenangan fantastis,” tutur Potter.
Potter pun menganalisis sedikit tentang apa yang dia terapkan saat membuat malu AC Milan di kandangnya sendiri.
“Ini tentang keseimbangan yang baik, menjaga bola, dan pada saat yang sama, mengancam gawang dan mencoba mencetak gol lagi,” jelasnya.
Potter juga secara khusus memuji pemainnya, Mason Mount, yang tampil impresif dan menyumbang assist.
“Mason Mount sangat penting. Dia fantastis dan bermain bagus. Dia menyerang dengan baik, memenangi penalti untuk kami, dan memberi ancaman bagi lawan,” imbuh Potter.
Ini merupakan kemenangan keempat beruntun Chelsea di bawah arahan Potter, yang sebelumnya menggantikan pelatih Thomas Tuchel.