Menurutnya, dukungan terhadap Erick berdasarkan pilihan tiap kelompok demografi, wilayah, sebagian besar penyuka olah raga, di tiap kelompok penggemar klub domestik, dan sebagian besar kelompok ormas.
“Menurut warga, Erick merupakan tokoh yang paling pantas menjadi Ketua Umum PSSI menggantikan Mochamad Iriawan. Erick cukup menonjol dibandingkan sejumlah nama lain, bahkan dibanding Iwan Bule sendiri,” ucapnya.
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait setuju dengan Burhan.
Kata dia, Erick memang cocok menggantikan Iwan Bule. Alasannya, Erick punya integritas dan profesional. “Dia juga senang bola,” kata Ara--sapaan Maruarar, saat menghadiri rilis survei Indikator, kemarin.
Ara pernah bekerja sama dengan Erick dalam mengelola sepakbola Indonesia. Dalam gelaran Piala Presiden, Erick pernah dipercayai menjadi ketua organizing committee (OC).
Bersama Erick, Ara berhasil menyelenggarakan kompetisi yang profesional, tanpa menggunakan dana APBN dan BUMN.
Ara optimistis wajah sepakbola Tanah Air akan mengalami perubahan jika PSSI dipimpin Erick. Ia berharap kepengurusan PSSI, terutama pengelolaan sepakbola Indonesia, bisa transparan.
“Pilih Ketum PSSI yang mau terbuka, transparan. Buat laporan tiap bulan, uang masuk dan keluar,” imbaunya.
Pengamat dari Football Insitute, Budi Setiawan menyebut Erick memang salah satu tokoh yang paling difavoritkan untuk memimpin PSSI.
Selain Erick, dilansir dari laman RM.id, ada Hary Tanoesoedibjo dan Achsanul Kosasih. Menurut dia, tiga orang itu punya profil yang bagus.
Dari tiga sosok itu, yang dinilai paling pas adalah Erick. Alasannya, Erick mempunyai rekam jejak mumpuni dan pernah mengelola klub-klub sepak bola, termasuk Inter Milan.